BEI Kaji Penurunan Satuan Perdagangan Saham

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan melakukan kajian penurunan satuan perdagangan saham dalam satu lot dari 100 lembar saham. Hal itu dipercaya dapat meningkatkan daya serap investor dan calon investor dalam melakukan perdagangan atau pun berinvestasi.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Laksono Widito Widodo mengatakan, rencana tersebut akan menjadi program Direksi BEI periode 2018-2021 dan diharapkan dapat berlaku pada tahun 2019.

“Kalau tahun ini kami fokus pada pelaksanaan T+2 dan tahun depan jumlah saham dalam satu lot,” terang Laksono di Jakarta, Jumat (29/6/2018).

Ia menjelaskan, rencana penurunan satuan perdagangan saham dalam satu lot diharapkan dapat meningkatkan daya serap para investor akan saham tertentu dan pada gilirannya akan meningkatkan nilai transaksi harian bursa.

“Jika diturunkan tentunya akan meningkatkan daya serap dan meningkatkan likuiditas perdagangan,” jelas dia.

Namun dalam kesempatan ini, dia belum bisa memastikan jumlah satuan perdagangan saham dalam satu lot.

“Bisa 50 lembar atau dibawahnya,” jelas dia.

Hanya saja, lanjut dia, hal yang perlu dipertimbangkan dari rencana tersebut adalah kemampuan sistem teknologi informasi (IT) BEI.

“Memang, IT yang menjadi perhatian kami,” ucap dia.

Hal senada juga disampaikan pakar pasar modal, Adler Manurung yang mengatakan, sistem teknologi informasi menjadi perhatiannya.

“Kalau diturunkan jumlah sahamnya, apakah sistem IT BEI mampu mengakomodirnya?” tanya dia.

Meski demikian, dia sepakat dengan rencana tersebut, karena dalam era digital saat ini, hal tersebut sudah menjadi keharusan.

“Harusnya diturunkan, bisa ke 50 lembar atau 20 lembar,” kata dia.