ANALIS MARKET (29/6/2018) : IHSG Diproyeksi Berpeluang Rebound

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Melanjutkan perdagangan di akhir pekan ini, pelaku pasar diperkirakan cenderung wait and see menanti kebijakan lanjutan Bank Indonesia (BI) dalam menstabilkan nilai tukar rupiah yang saat ini sudah menembus Rp14300 per US dolar.

Riset harian FAC Sekuritas Indonesia memperkirakan tingkat bunga acuan BI akan kembali dinaikkan 25 bp (basis poin) menjadi 5%.

“Adapun indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan bergerak dengan support 5620 hingga resisten di 5720 dan berpeluang rebound setelah tiga sesi perdagangan terakhir mengalami tekanan membuat sejumlah saham sektoral big-caps sudah relatif murah,” sebut analis FAC Sekuritas dalam laporan riset yang dirilis Jumat (29/6/2018).

Sementara Wall Street tadi malam (28/6) berhasil rebound terutama ditopang saham sektor teknologi dan perbankan. Indeks DJIA dan S&P masing-masing menguat 0,41% dan 0,62% di 24216,05 dan 2716,31. Indeks Nasdaq menguat 0,79% di 7503,68.

Pasar saham global bergerak dengan volatilitas yang tinggi dibayangi ketidakpastian terhadap isu perang dagang yang memicu penguatan dolar AS dan pelemahan Yuan China.

AS tidak hanya menabuh perang dagang dengan China, namun juga dengan Uni Eropa setelah Trump berencana menaikkan tarif impor produk otomotif dari kawasan tersebut sebesar 20%.

Harga minyak mentah tadi malam di AS kembali menguat 0,71% di USD73,28/barel. Sedangkan harga komoditas logam seperti nikel dan timah di LME cenderung tertekan. Harga nikel di LME koreksi 0,61% di USD14780/MT dan harga timah koreksi 0,51% di USD19677/MT.