Indeks Kospi Turun 0,24 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, turun 5,83 poin, atau sekitar 0,24 persen, pada Rabu (9/5/2018), menjadi 2.443,98. Volume perdagangan tinggi mencapai 582,1 juta saham senilai 8,89 triliun atau sekitar US$8,22 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 425 berbanding 408.

Angka indeks turun setelah investor asing melepas saham large-cap di tengah meningkatnya ketidakpastian kondisi politik global. Investor asing menjual saham senilai 226,9 miliar won, sedangkan investor institusi membeli saham senilai 228,4 miliar won.

“Ada banyak ketidakpastian yang memberikan pengaruh. Kita tidak bisa memperkirakan secara pasti dampak dari pertemuan Amerika Serikat dengan Korea Utara maupun mundurnya AS dari kesepakatan nuklir Iran,” kata Kim Young-Hwan, analis KB Financial Group, seperti dikutip Yonhap News.

“Meski demikian, ketidakpastian tersebut tidak terlalu kuat untuk menjadi penentu pergerakan angka indeks ke depannya,” jelas Kim.

Saham Samsung Electronics anjlok 3,2 persen. Saham perusahaan baja melemah secara signifikan, dengan saham POSCO dan Dongkuk Steel Mill masing-masing turun 2,37 persen dan 4,27 persen. Saham perusahaan utilitas pun senasib, saham Korea Electric Power Corporation dan Korea Gas Corporation masing-masing melorot 2,86 persen dan 2,54 persen.

Saham Jin Air merosot 4,05 persen setelah Kementerian Transportasi Korsel mempertimbangkan untuk membatalkan izin operasional unit penerbangan budget milik Korean Air Lines Company tersebut akibat terjadinya pelanggaran aturan.

Di sisi lain, saham industri kimia mengalami peningkatan yang signifikan hari ini. Saham LG Chem dan Lotte Chemical masing-masing meningkat 2,72 persen dan 0,78 persen.

Nilai tukar won Korsel terhadap dolar AS berada di kisaran 1.080,9 won per dolar AS, turun 4,4 won dari sesi sebelumnya. Nilai tukar tersebut merupakan nilai tukar terendah sejak 26 April lalu.

Secara umum bursa saham Asia diwarnai dengan pelemahan hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,18 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia naik 16,10 poin, atau sekitar 0,26 persen, menjadi 6.108. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura, Indonesia, dan Vietnam diwarnai dengan penguatan, sedangkan Bursa Thailand dan Filipina melemah. Bursa Malaysia tutup sehubungan berlangsungnya pemilihan umum.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, berakhir datar dengan pergerakan turun hanya 2,35 poin menjadi 3.159,15. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong naik 133,33 poin, atau sekitar 0,44 persen, menjadi 30.536,14.