Wall Street dan Bursa Eropa Alami Rebound

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street mengalami rebound pada Rabu (30/5/2018) setelah para investor terpengaruh dirilisnya Federal Reserve Beige Book dan data ekonomi terbaru.

Seperti dilaporkan Xinhua, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, melonjak 306,33 poin, atau sekitar 1,26 persen, menjadi 24.667,78. Indeks S&P 500 meningkat 34,15 poin, atau sekitar 1,27 persen, menjadi 2.724,01. Indeks komposit Nasdaq naik 65,86 poin, atau sekitar 0,89 persen, menjadi 7.462,45.

The Fed menyatakan perekonomian AS tumbuh secara moderat dari akhir April sampai awal Mei, mengindikasikan bank sentral Negeri Paman Sam tersebut berada dalam trek untuk meningkatkan suku bunga bulan depan.

Dalam laporan ADP Research Institute yang dirilis Rabu, sektor swasta AS menambah 178 ribu pekerjaan pada Mei, mengindikasikan pasar tenaga kerja AS berada dalam laju yang sehat. Jumlah tersebut lebih tinggi dari peningkatan 163 ribu pekerjaan bulan lalu, namun berada di bawah ekspektasi pasar peningkatan 190 ribu pekerjaan.

Terdapat 61 ribu pekerjaan baru di sektor bisnis, 39 ribu pekerjaan baru di bidang konstruksi, dan 35 ribu pekerjaan baru di sektor pendidikan dan kesehatan, menurut laporan ADP.

Departemen Perdagangan AS pada Rabu merilis laporan yang menyebutkan GDP AS meningkat 2,2 persen year-on-year pada kuartal I 2018. GDP AS naik 2,9 persen pada kuartal akhir tahun lalu.

Nilai tukar dolar AS melemah setelah para investor mencerna Federal Reserve Beige Book dan berbagai data ekonomi terbaru. Indeks dolar AS turun 0,71 persen menjadi 94,145. Pelemahan dolar AS memicu harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange meningkat, dengan harga emas untuk pengiriman Agustus 2018 naik US$2,4, atau sekitar 0,18 persen, menjadi US$1.306,5 per ons.

Sementara itu, menguatnya pasar modal Italia menyebabkan bursa saham Eropa rebound dengan indeks STOXX 600 Eropa naik 0,3 persen. Indeks FTSE MIB di Borsa Italiana meningkat 2,1 persen pada Rabu, namun masih melemah 2,7 persen pekan ini akibat situasi politik yang berlangsung di Negeri Pizza.

Partai-partai besar Italia pada Rabu menyepakati berlangsungnya pemilu ulang pada Juli mendatang setelah hasil pemilu Maret gagal menghasilkan partai koalisi yang dapat membentuk pemerintahan.

Kesepakatan tersebut menjadi langkah positif seusai Giuseppe Conte mengundurkan diri dari jabatan Perdana Menteri Italia pada akhir pekan lalu, hanya lima hari setelah ditunjuk menempati posisi tersebut, karena tidak mampu membentuk kabinet. Presiden Italia Sergio Mattarella lalu menunjuk Carlo Cottarelli sebagai Perdana Menteri Italia yang baru pada awal pekan.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, menguat 56,93 poin, atau sekitar 0,75 persen, menjadi 7.689,57. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, meningkat 117,25 poin, atau sekitar 0,93 persen, menjadi 12.783,76.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, naik 44,90 poin, atau sekitar 0,47 persen, menjadi 9.566,20. Indeks Cac 40 di EuroNext Paris, Perancis, turun 10,70 poin, atau sekitar 0,20 persen, menjadi 5.427,35.

Nilai tukar pound sterling menguat 0,3 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,3284 per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound melemah 0,7 persen menjadi 1,1399 euro per pound.