Jaga CAR Pada Kisaran 14%, BABP Incar Dana Rp489 Miliar

foto : istimewa

Pasardana.id - Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) siang ini, Kamis (31/5/2018) menyepakati penawaran umum terbatas IV melalui mekanisme penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHETD) atau right issue.

Direktur BABP, Widiatama Bunarto mengatakan, perseroan akan melepas 489 miliar saham baru dengan harga penawaran Rp100 perlembar saham. Dengan ratio 9 saham baru mendapat 2 saham right issue dan jika tidak melaksanakan akan terdilusi sebanyak banyaknya 18,18%.

“Kami berharap dana yang diraih sebanyak-banyaknya sebesar Rp498 miliar,” jelas Widiatama di Jakarta, Kamis (31/5/2018).

Dia juga menyampaikan, dana hasil right issue akan digunakan untuk melakukan ekspansi kredit dan pembelian surat berharga.

“Dengan tambahan dana segar itu, laju kredit akan tetap terjaga dan CAR (capital adequacy ratio) terjaga di level 14% sampai akhir tahun 2018,” jelas dia,

Sedangkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham tahunan (RUPST) kali ini, juga menyetujui Perubahan Pengurus Perseroan, dimana para pemegang saham menyetujui penunjukan Ageng Purwanto sebagai Presiden Direktur dan Rita Montagna Siahaan sebagai Direktur Perseroan. Sementara Ponky Nayarana Pudijanto, Peter Fajar dan Jeny Gono diangkat sebagai Dewan Komisaris Perseroan. Dengan demikian, susunan pengurus Perseroan selengkapnya sebagai berikut:

DEWAN KOMISARIS

Presiden Komisaris (Independen)  : Ponky Nayarana Pudijanto*

Komisaris                                           : Purnadi Harjono

Komisaris                                           : Peter Fajar*

Komisaris Independen                    : Jeny Gono*

DIREKSI

Presiden Direktur                            :  Ageng Purwanto*

Direktur                                             :  Widyatama Bunarto

Direktur membawahkan                :  Chisca Mirawati

fungsi kepatuhan

Direktur                                             :  Rita Montagna Siahaan*

* Efektif setelah fit & proper test OJK.

Sekretaris Perusahaan BABP, Andri Latif mengatakan, perubahan susunan pengurus perseroan merupakan langkah strategis untuk memperkuat langkah perseroan dalam memasuki fase kedua transformasi, yaitu focusing the business.

Rapat juga menyetujui pengangkatan manajemen baru agar fondasi kuat yang telah dibangun manajemen sebelumnya dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin.

Dijelaskan, pada tahap kedua transformasi, Bank akan fokus untuk meningkatkan jumlah nasabah (customer base) dan nilai transaksi pada segmen Konsumer dan UKM, dengan segmen korporasi dan komersial sebagai pendukung serta memperkuat sinergi dengan MNC Group.

Implementasi dari strategi MNC Bank tercermin dalam pencapaian kinerja sepanjang 2017. Keputusan pemulihan kredit bermasalah dengan menaikkan CKPN yang signifikan menjadi sebesar Rp 840,18 miliar pada tahun 2017.

“Kebijakan pemulihan kredit bermasalah yang merupakan bagian dari akuisisi masa lalu bertujuan agar bisnis kami bisa berkembang lebih cepat di masa mendatang, dimana konsekuensinya MNC Bank mencatatkan kerugian sebesar Rp685,19 miliar pada akhir tahun 2017,” jelas Widiatama Bunarto.

Asal tahu saja, memulai tahun 2018 dengan kinerja yang positif, MNC Bank membukukan laba sebesar Rp 94,8 miliar pada kuartal pertama 2018 atau meningkat 294% dibanding periode yang sama pada 2017. Laba diraup MNC Bank setelah mengalami kerugian pada akhir 2017.

Kinerja positif MNC Bank pada kuartal pertama 2018 dibandingkan periode yang sama di tahun 2017 ditopang oleh peningkatan tajam dari laba operasional perseroan yang mencapai Rp 126,6 miliar per 31 Maret 2018 atau meningkat 295%(YoY).

Dari beberapa instrumen operasional, pemulihan CKPN menjadi kontributor utama sebesar Rp 70.204 miliar, diikuti pendapatan provisi dan komisi dari transaksi selain kredit Rp 23.750 miliar dan pendapatan operasional lainnya sebesar Rp 87.755 miliar.

Adapun dari sisi rasio keuangan, keberhasilan Bank dalam menjaga kualitas kredit terlihat dari menurunnya rasio NPL Gross dari 7,23% per 31 Desember 2017 menjadi 5.76% per 31 Maret 2018. Sedangkan rasio aset produktif bermasalah terhadap total aset produktif juga berhasil diturunkan dari 5,08% per 31 Desember 2017 menjadi 4,13% per 31 Maret 2018.

Selain itu, Bank juga berhasil melakukan efisiensi terhadap biaya operasional, terlihat dari menurunnya rasio BOPO dari 121,51% per 31 Maret 2017 menjadi 69,39% per 31 Maret 2018.

Dari sisi permodalan, Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) yang sebesar 12.58% per 31 Desember 2017 menjadi 14.59% per 31 Maret 2018 akibat dari pemulihan aset dan setoran modal serta laba. Proses permodalan Bank akan semakin menguat lagi karena Bank dalam proses Rights Issue dengan nilai maksimal Rp489 miliar.

Fondasi yang kuat hasil dari tahap building the foundation dapat tercermin dari kinerja cemerlang kuartal pertama. Kemudian dengan tim manajemen baru serta modal inti yang kuat, Bank akan lebih mampu menjalankan fase kedua dari transformasi yaitu focusing the business dengan lebih leluasa.

Selain komitmen dari pemilik yang ditunjukkan dengan Rights Issue, sinergi dengan group juga semakin diperkuat dengan diluncurkannya logo baru secara serentak oleh seluruh unit bisnis MNC Financial Services.

“Kedepannya, MNC Bank akan semakin meningkatkan penetrasi pasar ke segmen konsumer dan retail yang didukung oleh segmen komersial dan korporasi,” pungkas Widiatama.