Perry Warjiyo: Stabilitas Rupiah Prioritas Jangka Pendek

foto: doc Bank Indonesia

Pasardana.id - Setelah resmi menjadi Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo langsung menegaskan stabilitas nilai tukar rupiah sebagai program prioritasnya. “Itu prioritas kami secara jangka pendek,” tutur Perry di Jakarta, Kamis (24/5/2018).

Suksesor Agus Martowardojo itu menambahkan,  pelemahan nilai tukar rupiah yang berangsung sejak awal Febuari lebih banyak karena tekanan-tekanan eksternal.

"Tekanan nilai tukar yang sekarang ini adalah, tekanan keseluruh negara yang disebabkan karena faktor eksternal, yaitu khususnya apa yang terjadi di Amerika. Yaitu fenomena naiknya  obligasi pemerintah Amerika," ujar Perry. 

Perry menjelaskan, Bank Indonesia akan memprioritaskan kebijakan moneter untuk bisa menstabilkan kurs rupiah. “Dengan lebih mengkombinasikan kepada kebijakan suku bunga dan intervensi ganda," lanjut Perry. 

Mantan Direktur Eksekutif IMF periode 2007-2009 itu mengatakan, pihaknya beberapa waktu lalu  sudah menaikan suku bunga, 25 basis poin. Pihaknya akan tereus responsif terhadap Kkebijakan suku bunga. 

"Kami juga akan terus melakukan intervensi ganda. Baik itu pasar valuta asing maupun di Surat Berharga Negara. Serta terus berkoordinasi dengan stakeholder terkait dan kalangan perbankan," pungkasnya.