BI Diprediksi Tidak Bisa Perketat Kebijakan Moneter

foto : istimewa

Pasardana.id - Bahana Sekuritas memperkirakan, pengetatan kebijakan moneter oleh Bank Indonesia (BI) tidak dapat dilakukan dalam waktu dekat. Pasalnya, defisit transaksi berjalan diproyeksikan mengalami penurunan.

“Ekonomi tumbuh di bawah pertumbuhan potensialnya," kata Ekonom Bahana Sekuritas, Fakhrul Fulvian di Jakarta, kemarin.

Bahana Sekuritas merevisi proyeksi defisit transaksi berjalan Indonesia menjadi 2% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dari 2,3% pada 2017. Langkah ini merujuk kepada pemulihan perdagangan global yang masih akan berlanjut yang cenderung menguntungkan Indonesia lantaran kenaikan harga komoditas dunia.

Hal ini mendorong neraca perdagangan positif berujung pertumbuhan perekonomian Indonesia. Neraca ini telah mencapai sebesar US$1,2 miliar pada April 2017.

“Pencapaian ini ditunjang penurunan impor minyak dan gas tumbuh sebesar 10,3% pada bulan keempat 2017 atau turun dibandingkan bulan sebelumnya tumbuh sebesar 17,5%," jelasnya.

Dengan begitu, total neraca perdagangan tercatat sebesar US$3,93 miliar dollar AS sepanjang Januari - April 2017. Jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, angka ini naik dari yang sebesar US$1,66 miliar.