Defisit Anggaran per April 2018 Sebesar Rp 55,1 Triliun

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa defisit anggaran per April 2018 tercatat sebesar Rp 55,1 triliun atau 0,37% dari target 2,19% di APBN 2018.

Rincinya, sampai 30 April 2018, Pemerintah berhasil mengumpulkan pendapatan sebesar Rp 527,8 triliun atau 27,9% dari target APBN sebesar Rp 1.894,7 triliun. Sedangkan belanja negara sudah mencapai Rp 582,9 triliun atau 26,3% dari target Rp 2.220,7 triliun.

"Dibanding tahun lalu defisit kita lebih kecil, sampai 30 April Rp 55,1 triliun, tahun lalu defisit capai Rp 72,2 triliun, nominal maupun persentase lebih kecil, tahun lalu periode yang sama mencapai 0,53%," terang Sri Mulyani di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Kamis (17/5/2018).

Dijelaskan, dengan realisasi defisit anggaran yang sebesar 0,37%, keseimbangan primer dalam APBN 2018 mengalami surplus Rp 24,2 triliun.

"Kalau dilihat APBN kita dari sisi defisit, realisasinya mengalami perbaikan yang konsisten, dan ini yang selalu saya sampaikan konsistensi untuk menjaga APBN secara hati-hati namun efektif mendukung perekonomian. Ini menunjukkan konsistensi pemerintah menjaga keuangan," ungkap dia.

Lebih lanjut, Sri Mulyani mengungkapkan bahwa penerimaan negara sampai 30 April mengalami perbaikan yang cukup signifikan, begitu juga di belanja dan pembiayaan.

Dijelaskan, dari realisasi pendapatan negara per 30 April yang sebesar Rp 527,8 triliun, sebanyak Rp 526,8 triliun berasal dari pendapatan dalam negeri, yang berasal dari penerimaan perpajakan yang merupakan gabungan dari pajak dan bea cukai sebesar Rp 416,9 triliun atau sudah 25,8% dari target Rp 1.618,1 triliun, dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp 109,9 triliun atau sudah 39,9% dari target Rp 275,4 triliun.

Sedangkan sisanya berasal dari hibah yang sebesar Rp 1,0 triliun atau sudah 83,2% dari target Rp 1,2 triliun.

Sedangkan untuk belanja negara yang sudah direalisasikan tercatat sebesar Rp 582,9 triliun atau sudah 26,3% dari target Rp 2.220,7 triliun.

Yang berasal dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp 331,0 triliun atau sudah 22,8% dari target Rp 1.454,5 triliun. Di mana ada belanja K/L mencapai Rp 165,9 triliun dan belanja non K/L sebesar Rp 165,1 triliun.

Sedangkan yang berasal dari transfer daerah dan dana desa sebesar Rp 251,9 triliun atau baru 32,9% dari target Rp 766,2 triliun.

Dari transfer daerah sendiri, realisasinya sebesar Rp 237,7 triliun atau sudah 33,7% dari target Rp 706,2 triliun, dan dana desa sebesar Rp 14,3 triliun dari target Rp 60,0 triliun.