Xerox Batal Dijual ke Fujifilm

foto: istimewa

Pasardana.id - Perusahaan teknologi Amerika Serikat Xerox batal dijual ke perusahaan Jepang yang mengkhususkan diri dalam bidang optik dan gambar, Fujifilm, setelah pihak Xerox mencapai kesepakatan dengan investor aktivis Carl Icahn dan Darwin Deason.

Kedua investor tersebut menguasai 15 persen saham Xerox. Mereka berdua menentang rencana penjualan perusahaan tersebut ke Fujifilm dengan harga US$6,1 miliar, atau sekitar Rp85,44 triliun, karena harga tersebut berada di bawah harga pasar.

Pihak Fujifilm menyesalkan keputusan sepihak yang dilakukan Xerox. “Xerox tidak memilik hak hukum untuk membatalkan kesepakatan dengan kami. Kami mempertimbangkan segala kemungkinan, termasuk melakukan tuntutan ganti rugi,” ungkap pernyataan dari Fujifilm, seperti dikutip BBC News,Senin (14/5/2018).

Menurut pihak Xerox, pembatalan penjualan juga dipengaruhi terjadinya penyimpangan antara hasil audit terhadap joint venture antara kedua perusahaan di Asia, Fuji Xerox, dengan laporan sebelum audit.

Xerox awal Mei lalu telah memecat Jeff Jacobson dari jabatan CEO. Enam anggota dewan direksi juga telah dilepas jabatannya, digantikan lima anggota baru. Dua eksekutif yang memiliki kedekatan dengan Icahn akan mengisi posisi CEO dan chairman Xerox.

Xerox selanjutnya berpeluang untuk dilelang, dengan dewan direksi yang baru telah menyatakan akan memulai evaluasi terhadap berbagai strategi alternatif untuk memaksimalkan keuntungan para pemegang saham.