Tak Kuat Menanggung Beban, Energi Mega Persada Rugi US$40,08 Juta

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Kinerja keuangan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) selama Januari-September 2015 kurang menggembirakan. Pos pendapatan maupun laba emiten eksplorasi minyak dan gas tersebut merosot cukup tajam. Penurunan kinerja perseroan antara lain disebabkan oleh melonjaknya beban operasi maupun beban pokok penjualan selama sembilan bulan 2015.

Mengutip laporan keuangan per September 2015 yang diumumkan, Jumat (27/11), ENRG mencatat kerugian sebesar US$40,08 juta pada Januari-September 2015. Padahal, untuk periode yang sama tahan 2014, ENRG masih membukukan laba US$33,24 juta. Penyebab utama kerugian perseroan yakni kenaikan beban usaha yang mencapai 68%, dari US$11,56 juta per September 2014 menjadi US$19,09 juta per September 2015.

Kenaikan beban usaha tersebut mendorong ENRG menderita rugi usaha sebesar US$18,760 juta per September 2015, dibandingkan sebelumnya mencatat laba usaha US$194,510 juta. Per September 2015, rugi sebelum pajak ENRG mencapai US$69,073 juta. Padahal per September 2014, ENRG mencatat laba sebelum pajak US$112,114 juta.

Pada saat yang sama, penjualan ENRG juga merosot sebesar 22,87%, dari US$603,07 juta menjadi US$465,15 juta. Sementara beban pokok penjualan ENRG meningkat 17% menjadi US$464,812 juta. Akibatnya, laba kotor ENRG anjlok 99,8% jadi US$333 ribu.

Seiring penurunan kinerja keuangan, harga saham Energi Mega Persada (ENRG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) juga cenderung merosot. Sepanjang perdagangan di BEI pada tahun ini, saham ENRG turun 50,98% menjadi Rp50 per unit pada 26 November 2015, dari Rp102 per unit pada 2 Januari 2015. Pada perdagangan sesi II di BEI, Jumat (27/11), saham ENRG tercatat Rp50, tidak berubah dibanding sehari sebelumnya. (*)