Reliance Sebut Maybank Enggan Lepas WOMF

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Reliance Capital Management (RCM) menilai PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) enggan melepas 68,55% kepemilikannya pada PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOMF). Padahal, dalam perjanjian pembelian saham bersyarat pada tanggal 11 Januari 2017, BNII harus menjual WOMF senilai Rp673,77 miliar kepada RCM.

CEO RCM, Anton Budidjaja menyatakan, pihaknya telah berusaha memenuhi semua syarat yang tercantum dalam perjanjian pembelian saham bersyarat, hingga batas waktu yang ditentukan yakni tanggal 30 April 2017.

“Kami sudah bernegosiasi dengan mereka (BNII) tapi sampai saat ini masih buntu,” kata Anton di Jakarta, Rabu (4/4/2018).

Ia menilai, keengganan BNII melepas WOMF karena anak usahanya tersebut memiiliki prospektif menjanjikan kedepannya.

“Kita tahu, saat perjanjian ini dibuat berdasarkan laporan keuangan 2016 dimana WOMF mencatatkan laba bersih Rp60 miliar, tapi akhir 2017 naik mencapai Rp181 miliar. Dengan data itu bisa dinilai lah,” jelas dia.

Dalam kesempatan ini, Anton menapik tudingan bahwa RCM tidak memiliki dana untuk mengakuisisi anak usaha BNII yang bergerak dibidang pembiayaan itu. Ia beralasan, pihaknya telah mendapat persetujuan dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan) untuk menjadi pemegang saham pengendali (PSP).

“Kami sudah dinyatakan lulus sebagai pemegang saham pengendali dan tidak mungkin OJK meloloskan kami tanpa memeriksa kesiapan kami,” kata dia.

Sebelumnya, Presiden Direktur Maybank Indonesia, Taswin Zakaria mengatakan, perjanjian jual beli saham dengan Reliance telah berakhir sejak 3 Mei 2017.

“Karena hingga tanggal 30 April 2017 beberapa persyaratan belum dapat dipenuhi,” ujar Taswin dalam keterangan tertulis, Kamis (4/5/2017).

Dengan demikian, saat ini, menurut Taswin, Maybank masih sah sebagai pemilik 68,55% atau 2,39 miliar saham WOM Finance.