Indeks Kospi Melonjak 1,10 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, melonjak 26,83 poin, atau sekitar 1,10 persen, pada Kamis (26/4/2018), menjadi 2.475,64. Volume perdagangan cukup tinggi mencapai 514,4 juta saham senilai 7,78 triliun won atau sekitar US$7,2 miliar, dengan saham yang naik melampaui yang turun 470 berbanding 333.

Investor asing melakukan pembelian saham senilai 172 miliar won, mengakhiri aksi jual yang berlangsung empat sesi beruntun sebelumnya. Investor institusi dan individu masing-masing menjual saham senilai 162 miliar won dan 1,7 miliar won.

“Sentimen pasar membaik di tengah musim perilisan laporan laba kuartalan seiring munculnya pendapat bahwa kekhawatiran terhadap peningkatan imbal hasil obligasi Amerika Serikat terlalu berpengaruh terhadap pasar saham AS,” kata analis Kiwoom Securities, Seo Sang-Young, seperti dikutip Yonhap News.

Saham Samsung Electronics melambung 3,45 persen dan mengakhiri pelemahan dua sesi beruntun sebelumnya setelah mengumumkan perolehan rekor laba pada kuartal I 2018. Laba bersih perusahaan meroket 52,11 persen untuk periode Januari sampai Maret 2018 bila dibanding tahun lalu berkat meningkatnya perolehan laba dari penjualan chip dan ponsel pintar.

Saham LG Electronics meningkat 1 persen dan saham SK Hynix melonjak 4,98 persen.

Saham Samsung BioLogics, perusahan bioteknologi yang berafiliasi dengan Samsung Group, melambung 4,187 persen. Saham Celltrion meningkat 2,39 persen.

Nilai tukar won terhadap dolar AS berada di kisaran 1.080,9 won per dolar AS, turun 0,3 won dari sesi sebelumnya.

Meski indeks Kospi dan indeks Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo, Jepang, menguat, namun bursa saham Asia secara umum mengalami pelemahan hari ini. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,43 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia turun 10,80 poin, atau sekitar 0,18 persen, menjadi 5.910,80. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura, Thailand, Filipina, Indonesia, dan Vietnam mengalami penurunan, sedangkan Bursa Malaysia meningkat.

Bursa saham di Tiongkok dan Hong Kong terbebani kabar bahwa otoritas AS tengah melakukan penyelidikan terhadap kemungkinan pelanggaran yang dilakukan perusahaan telekomunikasi Tiongkok Huawei Technologies Company Ltd. Huawei menghadapi tuduhan penyelundupan produk-produk yang berasal dari AS ke Iran saat negara tersebut dijatuhi sanksi oleh AS.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, anjlok 42,94 poin, atau sekitar 1,38 persen, menjadi 3.075,03. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong merosot 320,47 poin, atau sekitar 1,06 persen, menjadi 30.007,68.