ANALIS MARKET (25/4/2018) : IHSG Bergerak Menurun Hari Ini

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Kiwoom Sekuritas menyebutkan, Bursa regional diperdagangkan senderung menurun pagi ini.

Sebelumnya, Dow Jones turun 1.7% pada level 24,024 semalam (24/4), dibayangi kenaikan tingkat imbal hasil obligasi Pemerintah Amerika yang hampir menyentuh level 3%, level tertinggi sejak Januari 2014.

Adapun indeks harga saham gabungan (IHSG) turun dibawah level terendah sebelumnya, kemarin (24/4), dan berpotensi menguji level support berikutnya.

“Menyikapi beberapa kondisi tersebut diatas, kami memperkirakan IHSG bergerak menurun hari ini, dibayangi sentimen negatif depresiasi Rupiah serta kecenderungan kenaikan tingkat bunga global,” sebut analis Kiwoom Sekuritas dalam laporan riset yang dirilis Rabu (25/4/2018).

Lebih lanjut, riset Kiwom juga menyebutkan beberapa aksi korporasi yang layak dicermati pelaku pasar diperdagangan hari ini, antara lain;

BMRI - Kinerja FY 2017 
PT Bank Mandiri (BMRI) membukukan kenaikan laba bersih FY 2017 sebesar 43.62% Yoy menjadi Rp 5.86 Triliun Vs Rp 4.08 Triliun pada 2016 lalu. Pendapatan bunga bersih tercatat naik sebesar 4% Yoy menjadi Rp 13.92 Triliun tahun lalu. Posisi CAR pada akhir 2017 tercatat sebesar 20.94% (21.11% pada 2016) dengan NPL Gross 3.35% (3.95% pada 2016), ROE 16.73% ( 15.40% pada 2013) dan LDR 90.67 ( 89.22 pada 2016). 

BNLI - Kinerja FY 2017 
PT Bank Permata(BNLI) membukukan penurunan laba bersih 2017 sebesar 64% Yoy menjadi Rp 163.64 Miliar Vs Rp 452.64 Miliar pada 2016 lalu. Pendapatan bunga bersih tercatat naik sebesar 6% Yoy menjadi Rp 1.36 Triliun tahun lalu. Posisi CAR pada akhir 2017 tercatat sebesar 17.73% (16.99% pada 2016) dengan NPL Gross 4.59% (6.41% pada 2016), ROE 4.02% ( 12.89% pada 2016) dan LDR 88.99% ( 74.58% pada 2016). 

INAF - Pabrik infus 
PT Indofarma (INAF) akan membangun pabrik infus berkapasitas sekitar 40 juta uni botol infus per tahun di Makassar (Sulawesi Selatan). INAF menargetkan pembangunan akan dimulai pada 2H 2018 dengan waktu pengerjaan sekitar satu setengah tahun. Pembangunan pabrik akan melibatkan dua perusahaan lain dalam skema joint venture, Sungwun Pharmacopia Co Ltd dan PT Baruna Energi Lestari. Adapun nilai investasi pabrik infus Rp 200 Miliar dan belum termasuk investasi lahan. INAF akan memprioritaskan penjualan infus di pasar dalam negeri apabila telah beroperasi. 

KAEF - Tambah pabrik baru 
PT Kimia Farma (KAEF) akan menambah pabrik baru di dalam dan luar negeri. Pembangunan beberapa pabrik akan direalisasikan dengan mengundang investor baru melalui pembentukan perusahaan patungan. Beberapa pabrik yang sedang dalam pembangunan berlokasi di Cikarang dan Banjaran. Sedangkan rencana pembangunan pabrik baru di luar negeri ditargetkan di Arab Saudi.

Pembangunan di pabrik di Arab Saudi akan membuka peluang perseroan untuk masuk pasar obat-obatan ke Afrika. Perseroan telah bekerjasama dengan Marei Bin Mahfouz (MBM) group untuk pembangunan pabrik tersebut. 

WIKA - Dana kereta cepat 
PT Wijaya Karya (WIKA) menargetkan dana pinjaman untuk proyek kereta cepat atau high speed rail (HSR) Jakarta-Bandung segera cair. Pinjaman yang berasal dari China Developmen Bank (CDB) ini diharapkan dapat diterima pada Mei 2018. Manajemen WIKA mengungkapkan telah terjadi kesepakatan financial closing dari konsorsium PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) dengan empat sponsor BUMN yaitu, WIKA, PT Jasa Marga (JSMR), PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan PTPN VIII. Persoalan lahan yang selama ini menjadi alasan CDB menahan pencairan pinjaman.