Wall Street “Mixed”, Bursa Eropa Menguat

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street berakhir mixed pada Senin (23/4/2018) setelah kekhawatiran akan lemahnya permintaan terhadap ponsel pintar membebani sektor teknologi. Akibatnya indeks Philadelphia Semiconductor anjlok 1,3 persen, mencatatkan penurunan sesi keempat beruntun.

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, bergerak turun 14,25 poin menjadi 24.448,69. Indeks S&P 500 menguat tipis 0,15 poin menjadi 2.670,29. Indeks komposit Nasdaq turun 17,53 poin, atau sekitar 0,25 persen, menjadi 7.128,60.

Pelemahan yang terjadi menjadi terbatas dengan positifnya laporan laba kuartalan. Dari 18 persen perusahaan yang terdaftar di S&P 500 yang telah merilis laporan laba kuartal I 2018, sebanyak 78,2 persen di antaranya mencatatkan perolehan laba yang melebihi ekspektasi.

Saham perusahaan induk Google, Alphabet Inc, melemah 0,33 persen pada sesi perdagangan reguler dan mengalami penurunan 0,40 persen pada sesi perdagangan after-hours meski melaporkan lonjakan laba sebesar 73 persen pada kuartal I 2018.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange turun seiring penguatan dolar AS. Harga emas untuk pengiriman Juni 2018 turun US$14,30, atau sekitar 1,1 persen, menjadi US$1.324 per ons. Indeks dolar AS naik 0,7 persen menjadi 90,960.

Sementara itu, bursa saham Eropa mengalami penguatan pada Senin dengan indeks STOXX 600 Eropa naik 0,35 persen.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, naik 30,70 poin, atau sekitar 0,42 persen, menjadi 7.398,87. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, meningkat 31,89 poin, atau sekitar 0,25 persen, menjadi 12.572,39.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, menguat 37,80 poin, atau sekitar 0,38 persen, menjadi 9.922. Indeks Cac 40 di EuroNext Paris, Perancis, menanjak 25,73 poin, atau sekitar 0,48 persen, menjadi 5.438,55.

Dalam pasar mata uang, nilai tukar pound sterling melemah 0,3 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,3961 per pound, nilai tukar terendah sejak 19 Maret lalu akibat terus menguatnya greenback. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound menguat 0,2 persen menjadi 1,1411 euro per pound.