ANALIS MARKET (24/4/2018) : Rupiah Diproyeksi Tembus Rp.14.000 per USD Hari Ini

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Samuel Aset Manajemen (SAM) menyebutkan, ada potensi indeks di bursa Asia akan bervariasi hari ini, terlihat dari indeks futuresnya yang mixed namun dengan kencenderungan naik, terbantu sentimen naiknya harga minyak mentah pagi ini.

Adapun mata uang kuat Asia kompak dibuka melemah terhadap USDolar pagi ini.

“Kondisi tersebut bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah dengan kemungkinan akan tembus Rp.14.000 per USD hari ini walaupun ada penjagaan BI,” sebut Lana Soelistianingsih, Kepala Riset/Ekonom SAM dalam laporan riset yang dirilis Selasa (24/4/2018).

Lebih lanjut, riset SAM juga menyebutkan beberapa factor yang layak dicermati pelaku pasar diperdagangan hari ini, antara lain; Gubernur BI semalam memberikan pernyataan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah pada hari Jumat pekan lalu dan Senin kemarin sebagai dampak menguatnya indeks USDolar, karena naiknya imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun yang hampir menyentuh level 3%.

Gubernur BI memastikan bahwa BI telah melakukan intervensi ke pasar valas dan pasar SBN dalam jumlah yang cukup besar.

Sementara dari eksternal, imbal hasil obligasi pemerintah AS (TB-10T) tercatat naik dan hampir menyentuh level 3%. Kenaikan ini membuat USDolar indeks juga naik (menguat). Jika level 3% tembus, maka USDolar indeks akan belanjut menguat.

“Naiknya imbal hasil ini memberi indikasi risiko ekonomi jangka panjang meningkat padahal data PMI untuk sektor jasa, manufaktur dan total mencatatkan kenaikan,” tandas Lana.