Rencana Pembentukan Induk Usaha BUMN Migas Tekan PGAS

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan membentuk induk usaha BUMN yang bergerak pada sektor minyak dan gas (Migas), dengan tujuan mendorong perekonomian dan ketahanan energi nasional melalui sinergi PT Pertamina - PT Perusahaan Gas Negara.

Namun, rencana itu turut mendorong aksi jual investor terhadap PGAS sehingga menekan ke level terendah sejak delapan tahun belakangan. Pasalnya, pada perdagangan hari ini, PGAS menyentuh level Rp 1.365 perlembar saham.

Analis Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada mengatakan, penurunan PGAS lebih dikarenakan kelangkaan sentiment positif yang menghampiri perusahaan pelat merah yang bergerak di bidang distribusi gas ini.

“Apalagi saat ini justru ada sentiment negatif seperti pembatasan harga jual gas dan rencana holding (induk usaha) BUMN Migas," ujar Reza di Jakarta, Senin (9/10/2017).

Senada dengan itu, analis Infovesta Utama, Praska Putrantyo mengatakan, turunnya nilai PGAS lebih kepada faktor fundamental, khususnya dengan kebijakan penetapan harga jual gas dan pembentukan induk usaha BUMN Migas.

“Isu-isu seperti itu yang membuat investor cari aman," jelas dia.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, pembentukan induk usaha Migas itu memang perlu dilihat lebih jauh, apakah dapat mendatangkan keuntungan kepada PGAS atau tidak. Tetapi sampai saat ini, pemerintah belum memberi kejelasan terkait hal itu.

“Hal itu yang membuat investor menunggu untuk melakukan aksi beli sebab harga gas menjadi komoditas yang diatur pemerintah seperti harga BBM," terang dia.

Secara teknikal, PGAS masih mengalami kecenderungan turun dan akan berbalik naik. Tetapi, masih menunggu keputusan pemerintah terkait pembentukan induk usaha BUMN Migas serta laporan keuangan kuartal III 2017.

“Jika hasil kuartal III membaik dan kepastian holding maka bisa jadi PGAS berbalik arah uptrend," ujar dia.

Lebih lanjut, Praska juga memperkirakan, dalam jangka pendek PGAS akan bergerak ke atas pada level Rp1500 - Rp1700 dan disarankan untuk melakukan transaksi jangka pendek karena tidak ada sentiment positif.

“Jadi transaksi jangka pendek saja untuk PGAS," tutup dia.