Wall Street Menguat, Bursa Eropa Alami Pelemahan

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street menguat pada Senin (13/11/2017) setelah anggota senat Amerika Serikat dari Partai Demokrat dan Republik mencapai kesepakatan tentatif akan pelonggaran regulasi sektor perbankan terkait reformasi pajak Negeri Paman Sam.

Seperti dilansir Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, AS, bergerak naik 17,49 poin menjadi 23.439,7. Indeks S&P 500 meningkat 2,54 poin, atau sekitar 0,10 persen, menjadi 2.584,84. Indeks komposit Nasdaq menguat 6,66 poin, atau sekitar 0,1 persen, menjadi 6.757,60.

Saham Mattel meroket 20,7 persen setelah Hasbro dikabarkan berupaya menguakuisisi perusahaan produsen mainan tersebut. Saham Hasbro sendiri meningkat 5,9 persen setelah kabar tersebut tersebar.

Saham Qualcomm naik 3 persen usai menolak tawaran akuisisi bernilai US$103 miliar dari Broadcom. Saham GE anjlok 7,2 persen usai mengurangi dividen sebesar 50 persen dan menurunkan perkiraan raihan laba perusahaan ke depan.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange meningkat dengan harga emas untuk pengiriman Desember 2017 naik US$4,7, atau sekitar 0,37 persen, menjadi US$1.278,90 per ons. Dolar AS menguat dengan indeks dolar AS naik 0,11 persen menjadi 94,496.

Sementara itu, bursa Eropa mengalami pelemahan di awal pekan ini dengan indeks STOXX 600 Eropa turun 0,7 persen seiring mengecewakannya laporan laba kuartal III 2017 perusahaan-perusahan emiten. Angka indeks telah turun lima sesi beruntun, penurunan terpanjang sejak Mei lalu.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, turun 17,81 poin, atau sekitar 0,24 persen, menjadi 7.415,18. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, melemah 53,05 poin, atau sekitar 0,40 persen, menjadi 13.074,42.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, merosot 42,80 poin, atau sekitar 0,42 persen, menjadi 10.049,90. Indeks Cac 40 di EuroNext Paris, Perancis, melorot 39,09 poin, atau sekitar 0,73 persen, menjadi 5.341,63.

Dalam pasar mata uang, nilai tukar pound sterling melemah setelah masa depan Theresa May sebagai Perdana Menteri Inggris mulai dispekulasikan. Terhadap dolar AS, nilai tukar pound turun 0,64 persen menjadi US$1,3105 per pound. Sedangkan terhadap euro nilai tukar pound merosot 0,62 persen menjadi 1,1238 euro per pound.