Wall Street dan Bursa Eropa Melemah Akibat Meningkatnya Tensi Geopolitik di Timur Tengah

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street melemah pada Rabu (11/4/2018) akibat meningkatnya tensi geopolitk di Timur Tengah.

Seperti dilaporkan Xinhua, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, merosot 218,55 poin, atau sekitar 0,90 persen, menjadi 24.189,45. Indeks S&P 500 turun 14,68 poin, atau sekitar 0,55 persen, menjadi 2.642,19. Indeks komposit Nasdaq melemah 25,27 poin, atau sekitar 0,36 persen, menjadi 7.069,03.

Presiden AS Donald Trump pada Rabu mencuitkan di akun Twitter-nya bahwa rudal AS akan menjadi respon terhadap terjadinya serangan dengan menggunakan senjata kimia di Suriah. Cuitan tersebut memunculkan kekhawatiran baru akan tensi gepolitik di Timur Tengah, seiring meruncingnya perseteruan AS dengan Rusia dalam menancapkan pengaruh di Suriah.

Dalam berita korporasi, saham perusahaan teknologi dan media sosial terus menjadi perhatian seiring berlanjutnya proses pengungkapan skandal data Facebook.

CEO Facebook Mark Zuckerberg menjalani hari kedua melakukan kesaksian di hadapan kongres AS pada Rabu. Kelompok Rusia dituduh telah memanfaatkan Facebook untuk mencampuri pemilihan Presiden AS pada 2016 lalu.

Menurut Zuckerberg, Facebook terlalu lambat untuk menyadari dan merespon intervensi yang dilakukan Rusia. “Sangat jelas bahwa kami tidak berbuat cukup untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan Facebook,” kata Zuckerberg.

Facebook saat ini tengah bekerjasama dengan penasihat khusus Robert Mueller terkait penyelidikan tentang intervensi yang dilakukan Rusia.

Dalam data ekonomi terbaru, harga konsumen AS turun untuk pertama kalinya dalam 10 bulan terakhir pada Maret.

Departemen Tenaga Kerja AS para Rabu merilis laporan yang menyebutkan bahwa Indeks Harga Konsumen untuk Seluruh Konsumen Urban turun 0,1 persen pada Maret dengan basis disesuaikan musiman setelah meningkat 0,2 persen pada Februari.

Indek untuk seluruh barang kecuali makanan dan energi meningkat 0,2 persen pada Maret, peningkatan yang sama pada Februari lalu.

Federal Reserve AS merilis nota pertemuan Maret pada Rabu. Menurut nota tersebut, pejabat The Fed melihat pertumbuhan ekonomi berlangsung dalam laju yang kuat dan inflasi juga bergerak naik, sehingga mendukung berlanjutnya peningkatan suku bunga.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange meningkat seiring melemahnya dolar AS, dengan indeks dolar AS turun 0,02 persen menjadi 89,569. Harga emas untuk pengiriman Juni 2018 naik US$14,10, atau sekitar 1,1 persen, menjadi US$1.360 per ons. Harga tersebut merupakan harga tertinggi sejak 25 Januari lalu.

Seperti di Wall Street, bursa saham Eropa juga melemah akibat meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah. Indeks STOXX 600 Eropa turun 0,6 persen.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, turun 9,61 poin, atau sekitar 0,13 persen, menjadi 7.257,14. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, merosot 103,35 poin, atau sekitar 0,83 persen, menjadi 12.293,97.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, melemah 27,70 poin, atau sekitar 0,28 persen, menjadi 9.735,80. Indeks Cac 40 di EuroNext Paris, Perancis, melorot 29,62 poin, atau sekitar 0,56 persen, menjadi 5.277,94.

Dalam pasar mata uang, nilai tukar pound sterling meningkat tipis terhadap dolar AS menjadi US$1,4182 per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound melemah tipis menjadi 1,1466 euro per pound.