Unit Bisnis Toys R Us di Asia Jadi Incaran

foto: istimewa

Pasardana.id - Toys R Us, seperti dilansir BBC News, Kamis (12/4/2018), telah menerima beberapa tawaran senilai lebih dari US$1 miliar dari pembeli prospektif yang menginginkan saham mayoritas unit bisnis perusahaan ritel mainan anak-anak tersebut di Benua Asia.

Toys R Us telah mengajukan perlindungan kebangkrutan di Amerika Serikat pada September tahun lalu akibat membengkaknya hutang perusahaan dan kesulitan berkompetisi dengan peritel online. Toko-toko mainan Toys R Us di AS dan Inggris telah mengalami penutupan dan berada dalam proses penjualan.

Namun sebaliknya dari kondisi di AS dan Inggris, bisnis Toys R Us di Asia dan negara Eropa lainnya berada dalam keadaan yang baik. Paling tidak 700 toko Toys R Us beroperasi dengan normal di Asia.

Pengacara Toys R Us Joshua Sussberg dari kantor pengacara Kirkland and Ellis mengatakan dalam persidangan di Pengadilan Kepailitan di AS bahwa ada beberapa pihak yang telah menyatakan ketertarikannya untuk membeli 85 persen saham unit bisnis Toys R Us di Asia. Sussberg juga menyebutkan bahwa Toys R Us tengah dalam proses akhir penjualan unit bisnisnya di Eropa Tengah.

Sebelum mengalami keterpurukan, Toys R Us memiliki 1.600 toko mainan di 38 negara. Toys R Us kemudian dibeli oleh grup investor pada 2005 lalu, yang menyebabkan perusahaan tersebut menjadi memiliki hutang sebesar US$5 miliar. Keuangan perusahaan menjadi kacau akibat bunga pinjaman yang mencapai US$400 juta per tahun.

Setelah gagal melakukan restrukturisasi dan menghasilkan penjualan yang mengecewakan di AS pada Desember, Toys R Us pada Maret lalu menyebutkan akan menutup seluruh tokonya di AS dan Puerto Riko.

Pada saat bersamaan, unit bisnis Toys R Us di Inggris masuk dalam manajemen administrator yang ditunjuk pengadilan setelah gagal menemukan pembeli bagi 100 toko mainan miliknya di negara tersebut.