Dipicu Beban Usaha, Laba 2015 Lippo General Insurance Merosot 39%

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Manajemen PT Lippo General Insurance Tbk (LPGI) rupanya belum berhasil memangkas beban usaha emiten asuransi tersebut sepanjang tahun lalu. Ketidakberhasilan ini telah menyulut anjloknya laba LPGI pada 2015. Pertumbuhan pendapatan premi pun ternyata tidak mampu mendorong kenaikan laba perseroan lebih tinggi. Ini lantaran peningkatan beban usaha yang jauh lebih tinggi dibanding pertumbuhan pendapatan LPGI pada 2015.

Menurut laporan keuangan tahun 2015 yang diumumkan, Selasa (19/4), laba LPGI mencapai Rp77,66 miliar (Rp518 per saham) pada 2015. Pencapaian laba tersebut merosot 39,3% dibandingkan laba LPGI sebesar Rp127,99 miliar (Rp853 per saham) pada tahun 2014. Kemerostan laba perseroan terutama disebabkan oleh peningkatan beban usaha LPGI sebesar 44,5%, dari Rp93,19 miliar jadi Rp134,67 miliar pada 2015.

Memang, pendapatan premi bersih LPGI masih tumbuh 16,25%, dari Rp678,89 miliar menjadi Rp789,24 miliar pada 2015. Akan tetapi, kenaikan pendapatan disertai dengan peningkatan beban usaha sebesar 44,5%. Lonjakan beban usaha itu mengakibatkan laba usaha perusahaan asuransi tersebut turun 30,56% menjadi Rp93,42 miliar pada 2015.

Setelah dikurangi beban lain-lain, laba sebelum pajak emiten asuransi beraset Rp2,23 triliun pada 2015 itu- naik 1,83% dari Rp2,19 triliun pada 2014 - itu terpangkas sebesar 33,7%, yaitu dari Rp143,04 miliar pada tahun 2014 menjadi Rp94,80 miliar pada 2015.

Di tengah laba perseroan yang merosot, kinerja saham LPGI justru positif. Buktinya, selama perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2015, saham emiten asuransi tersebut masih naik 5,03%, dari Rp4.975 per unit menjadi Rp5.225 per unit. Hingga pukul 13.21 WIB, saham LPGI terpantau di level Rp4.200 per unit, turun Rp50 dibanding penutupan Senin, (18/4) sebesar Rp4.250 per unit. Saham LPGI jarang ditransaksikan oleh investor sehingga tidak likuid, setidaknya hingga perdagangan saham tahun ini. (*)