Target KUR BRI ke Sektor Produktif Sebesar 40%

foto : istimewa

Pasardana.id - Bank Rakyat Indonesia (BRI) mengaku Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah mengarahkan bagaimana penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) harus dilakukannya. Hal itu berupa penyaluran diarahkan kepada sektor produktif.

“Target penyaluran KUR ke sektor produktif mencapai 40%, atau naik dari target tahun lalu hanya sebesar 17%," kata Asmawi Syam, Direktur Utama (Dirut) PT BRI (Persero) Tbk di Jakarta, akhir pekan lalu.

Sektor produktif yang dimaksud adalah pertanian dan perikanan. Selama ini, KUR diberikan mayoritas bagi sektor perdagangan sebesar 66%.

Peningkatan porsi KUR ke sektor produktif diakui Deputi Kebijakan Ekonomi Makro Keuangan Kemenko Perekonomian, Iskandar Simorangkir beresiko kredit bermasalah. Kondisi ini diantisipasi dengan meningkatkan iuran penjaminan menjadi 1,75% dari 1,5%.

“Kalau kredit macet, bisa di-cover melalui penjaminan tersebut," ujarnya.

Sementara itu, pangucuran KUR dipatok naik Rp10 triliun menjadi Rp110 triliun pada 2017 dibandingkan 2016. Angka ini ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).