ANALIS MARKET (07/3/2018) : IHSG Bergerak Mixed Cenderung Menurun Hari Ini

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Kiwoom Sekuritas menyebutkan, Bursa regional dibuka cenderung menurun pagi ini.  

Sebelumnya, secara teknikal analis, indeks harga saham gabungan (IHSG) turun kemarin (06/3), ditutup tepat pada garis ‘neckline’ pola double top. Penembusan ke bawah level 6,478 berpotensi memicu koreksi lanjutan ditengah maraknya aksi jual investor asing.  

Sementara itu, Bursa Eropa dan Amerika bergerak mixed dengan kecenderungan positif dengan Dow Jones naik 9.4 poin ditutup pada level 24,884 seiring perdebatan atas proposal kebijakan tarif Amerika.  

“Menyikapi beberapa kondisi diatas, kami memperkirakan IHSG bergerak mixed cenderung menurun hari ini,†sebut analis Kiwoom Sekuritas dalam laporan riset yang dilansir Rabu (07/3/2018).

Lebih lanjut, riset Kiwoom juga menyebut beberapa aksi korporasi dari para emiten yang layak dicermati pelaku pasar diperdagangan hari ini, antara lain;

ADRO - Kinerja FY 2017 
PT Adaro Energy (ADRO) membukukan kenaikan laba bersih FY 2017 sebesar 44.43%Yoy menjadi Rp 483.30 Miliar Vs Rp 334.62 Miliar pada FY 2016. Naiknya kinerja didukung oleh kenaikan pendapatan usaha sebesar 29.08%Yoy menjadi Rp 3.26 Triliun pada FY 2017. Laba usaha tercatat naik 61.98%Yoy menjadi Rp 951.83 Miliar pada FY 2017. 

GIAA & GMFI - Non-preemptive rights 
PT Garuda Indonesia (GIAA) mengkaji pelepasan 10-12% saham PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia (GMFI) kepada calon investor strategis setelah mendapatkan persetujuan RUPSLB untuk menerbitkan saham baru dengan mekanisme non-preemptive rights (private placement). Pemegang saham telah memberi izin untuk penerbitan maksimum 2.82 miliar saham baru.

GMFI akan mengalokasikan 8.28% atau 2.33 miliar saham baru kepada calon investor strategis dan 485.6% juta saham atau 1.72% saham untuk management stock option program (MSOP).

HMSP - Kinerja FY 2017 
PT Hanjaya Mandala Sampoerna (HMSP) membukukan penurunan laba bersih FY 2017 sebesar 0.7%Yoy menjadi Rp 12.67 Triliun Vs Rp 12.76 Triliun pada FY 2016. Penjualan HMSP naik 3.8%Yoy menjadi Rp 99.09 Triliun tahun lalu. HMSP membukukan kenaikan laba kotor sebesar 1.5%Yoy menjadi Rp 24.21 Triliun tahun lalu. 

PBRX - Target 2018 
PT Pan Brothers (PBRX) menargetkan kenaikan pendapatan 10% hingga 15% tahun ini. Target tersebut diupayakan melalui pemasaran di luar negri karena kontribusi penjualan ekspor PBRX mencapai 95% hingga 97% dari total penjualan dengan penjualan untuk kawasan Asia berkontribusi 56% diikuti oleh Amerika sebesar 26% dan sisanya penjualan di kawasan Eropa.

PBRX akan terus melakukan efisiensi melalui pelatihan tenaga kerja, peremajaan peralatan produksi, serta penggunaan teknologi baru.

Manajemen mengalokasikan belanja modal US$ 5 Juta tahun ini yang berasal dari kas internal. Melalui anak perusahaan, PBRX tengah membangun pabrik baru dengan kapasitas terpasang hingga 6 juta potong garmen per tahun yang ditargetkan selesai pada akhir tahun ini.

Dengan selesainya pabrik tersebut total kapasitas PBRX naik menjadi 117 juta potong per tahun pada akhir tahun 2018.