OJK Tengah Periksa Dugaan Insider Trading Saham PADI

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan melakukan pemeriksaan terhadap transaksi saham PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) beberapa waktu lalu yang diduga tergolong transaksi insider trading.

Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Fakhri Hilmi mengungkapkan bahwa, pihaknya tengah memeriksa transaksi pada saat terjadi lonjakan harga secara signifikan saham PADI.

“Kita coba lihat apakah ada indikasi itu (insider trading)," jawab Hilmi di gedung OJK, Jakarta, Kamis (21/12/2017).

Untuk diketahui, operator pasar modal sempat menghentikan sementara atau suspensi terhadap saham PADI pada tanggal 1 Agustus 2017 lalu, karena pergerakan saham PADI yang terus mengalami kenaikan hingga ke level Rp 985 per saham atau naik hampir 190% jika dibandingkan dengan terakhir kali saham PADI mengalami penurunan yakni Rp 340 per saham. Selanjutnya, BEI mencabut suspensi pada 8 Agustus 2017 lalu.

Berdasarkan pantauan Pasardana.id, dari akhir tahun 2016 hingga pertengahan Juli 2017, saham PADI bergerak dari batas bawah 350 hingga batas atas 460. Tapi pada perdagangan selanjutnya mengalami lonjakan tajam.  

Penguatan tajam saham PADI juga dibarengi dengan adanya transaksi material yang dilakukan oleh Setiawan Ichlas. Dalam keterangan resmi perseroan pada laman Bursa Efek Indonesia, Jumat (4/8/2017), manajemen PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) mengutarakan adanya pemegang saham pengendali baru bernama Setiawan Ichlas. Hal itu terjadi, setelah Setiawan melakukan transaksi beli sebanyak 1.250.000.000 lembar saham PADI.

Direktur PADI, Martha Susanti menjelaskan, telah terjadi transaksi pembelian saham perseroan oleh Setiawan Ichlas sebanyak 1.250.000.000 lembar saham pada harga Rp350 perlembar saham.

Dengan demikian, porsi kepemilikan Setiawan Ichlas setara 11,05% dari modal disetor dan di tempatkan.

Lebih lanjut dijelaskan, tujuan pembelian saham oleh Setiawan Ichlas yang beralamat di Jalan RHA Rozak, Kompleks Villa Evergreen F-6 No 12 Jakarta ini untuk investasi. Sedangkan sebelum transaksi ini, Setiawan Ichlas tidak memegang selembar pun saham emiten jasa keuangan tersebut.

Sebelumnya, komposisi pemegang saham PADI yaitu; Eveline Listijosuputro memegang 2.429.370.600 lembar saham atau setara dengan 21,49% dari modal disetor dan ditempatkan penuh, dan Edy Suwarno yang memegang 673.311.600 lembar saham.

Pada saat yang sama, OJK juga tengah mempelajari prospektus PADI terkait rencana emiten jasa keuangan tersebut, sebelum memberikan pernyataan penerbitkan obligasi subordinasi.

“Selain emiten, PADI juga merupakan perusahaan sekuritas, sehingga harus memenuhi ketentuan yang ada sebelum dinyatakan efektif," kata dia.