Mendorong Generasi Milenial Menjadi Investor di Pasar Modal

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Generasi milenial didorong menjadi investor. Aneka instrumen investasi bisa dimanfaatkan sesuai karakter dan target mereka. Tanpa berinvestasi, nilai uang yang dimiliki akan terus menurun karena tergerus inflasi.

Demikian terungkap dalam Kelas Investasi di Bursa Efek Indonesia, Senin (2/10/2017). Pakar investasi dari BNP Paribas Investment Partner Vivian Secakusuma, Investor senior Yunarto Wijaya, dan aktor Kemal Palevi hadir sebagai pembicara.

Yunarto menyebut, generasi milenial adalah kelompok yang paling cepat mendapat informasi. Dalam kondisi mutakhir, informasi adalah hal terpenting sebelum memutuskan jenis investasi.

Sementara Vivian menuturkan, investasi adalah alternatif rasional untuk mengembangkan dana. Dalam jangka panjang, nilai uang terus menurun akibat inflasi. "Tahun ini. uang Rp 10.000 bisa beli bolpen, tahun depan belum tentu karena harganya sudah naik, " kata CEO BNP Paribas Invesment Partner itu.

Ia menyarankan pemilik dana mencari cara untuk mengembangkan dananya agar bisa mengalahkan inflasi. Sebagai perbandingan, inflasi tercatat 6,08 persen dan bunga deposito 5,92 persen. "Tabungan tentu lebih kecil lagi (bunganya). Kalau (uang) dimasukkan deposito, mungkin akan kalah dari inflasi," kata dia.

Sementara beberapa instrumen investasi lainnya secara umum menunjukkan kinerja lebih baik dari inflasi. Salah satunya reksadana.

Vivian menyebut reksadana sebagai alternatif bagi mereka yang tidak punya cukup waktu, pengetahuan, dan kemampuan administrasi aneka instrumen investasi. Selain itu, investasi jelas membutuhkan modal.

Investor harus meluangkan waktu untuk memantau aneka informasi yang dapat memengaruhi instrumen investasinya. Investor juga harus punya pengetahuan untuk membuat keputusan atas investasinya.

Ditambahkan, investasi juga harus diadministrasi agar jelas memberi keuntungan atau kerugian. "Harus jelas kapan membeli atau menjual saham, apa saja biayanya. Kalau tidak, mana bisa tahu rugi atau tidak," kata pimpinan lembaga Investasi yang sudah beroperasi selama 25 tahun di Indonesia dan mengelola Rp 31 triliun itu.

Sementara itu, untuk sebagian orang, hal-hal itu sulit dipenuhi dan menjadi kendala investasi. Kendala-kendala itu bisa diatasi dengan mendatangi manajer investasi (MI). "MI jelas berpengalaman, punya pengetahuan, dan waktu, karena pekerjaan mereka mengelola dana investor," kata dia.

Lebih lanjut, Vivian mengatakan, reksadana juga menjadi solusi untuk mereka yang memiliki dana terbatas. Di Indonesia, ada unit reksadana berharga Rp 1.000.

Ia juga menyebut, setiap investasi ada potensi risiko. Semakin besar imbal hasil yang ditawarkan, semakin besar potensi risikonya. Karena itu, tawaran imbal hasil tinggi dengan risiko rendah harus dipertanyakan.