Dongkrak Likuiditas, Seluruh AB Bakal Dapat Perdagangkan Saham IPO

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) terus mendorong likuiditas saham-saham yang baru tercatat di papan perdagangan Bursa Efek Indonesia.

Terbaru, OJK tengah mengkaji peraturan yang membuka kesempatan bagi seluruh anggota bursa (AB) untuk menjadi perantara perdagangan efek pada pasar primer.

Hal itu disampaikan Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Samsul Hidayat di Jakarta, Selasa (19/12/2017). Idenya bagaimana semua AB bisa front end (perantara perdagangan efek) di awal sehingga semua investor dapat kesempatan membeli saham di pasar primer," kata Samsul.

Lebih lanjut ia menjelaskan, rencana tersebut sejalan dengan target BEI dalam meningkatkan likuiditas sehingga harga saham yang terbentuk akan lebih ideal dan memberi kesempatan bagi seluruh investor untuk melakukan penawaran pada perdagangan primer.

“Dengan banyaknya penawaran maka ada trend, ada yang jual dan beli," ujar dia.

Sementara besaran porsi saham perdana yang akan ditawarkan melalui seluruh AB, jelas dia, merupakan porsi saham perdana dalam alokasi penjatahan terpusat atau pooling.

"Pengalokasiannya untuk investor akan ditentukan oleh algoritma," ujar dia.

Ditambahkan, untuk lebih memudahkan Investor, AB terlebih dahulu harus memiliik sistem perdagangan elektronik. Dengan demikian, investor dapat melakukan penawaran terhadap saham perdana secara elektronik.

“Jadi peraturannya sepaket dengan rancangan bookbuilding online," kata dia.

Seperti diketahui, pada masa penawaran dan pembentukan harga (bookbuilding) saham Initial Public Offering (IPO), calon investor memiliki keleluasaan melakukan penawaran dan pembentukan harga. Tapi dengan sistem bookbuilding online, maka nilai penawaran dan harga akan lebih terukur.

“Sekarang ini, di bookbuilding suka-suka saja sehingga nanti oversubcrid berkali-kali padahal saham sudah diborong saat penjatahan pasti (Fix allotment)," ungkap dia.