RBS Sepakat Bayar Ganti Rugi US$500 Juta

foto: istimewa

Pasardana.id - Royal Bank of Scotland (RBS) telah mencapai kesepakatan dengan pemerintah Negara Bagian New York, Amerika Serikat, terkait pembayaran ganti rugi senilai US$500 juta, atau sekitar Rp6,882 triliun, karena sengaja melakukan misselling produk finansial sehingga turut menyebabkan terjadinya krisis finansial global pada 2008 lalu.

RBS merupakan bank keenam yang melakukan pembayaran ganti rugi kepada pemerintah Negara Bagian New York.

Berdasarkan isi kesepakatan, RBS akan membayar US$400 juta kepada para pemilik rumah dan US$100 juta kepada pemerintah Negara Bagian New York. RBS selanjutnya akan menghadapi pengenaan denda besar dari Departemen Kehakiman AS.

RBS bulan lalu menyebutkan telah menyisihkan dana sebesar US$4,4 miliar untuk melakukan pembayaran ganti rugi.

Penjualan sekuritas beresiko yang didukung hipotek yang dilakukan RBS membuat harga perumahan anjlok saat krisis finansial berlangsung.

“Meski krisis finansial telah berlalu, masyarakat New York masih merasakan dampak dari anjloknya harga perumahan,” ungkap Jaksa Agung New York, Eric Schneiderman, seperti dikutip BBC News, Rabu (7/3/2018).

“Pembayaran ganti rugi hari ini menjadi langkah penting dalam upaya komprehensif membantu masyarakat New York membangun kehiduan dan komunitas mereka,” jelas Schneiderman.

RBS yang berpusat di Edinburgh, Skotlandia, menerima dana bail out miliaran pound sterling saat krisis finansial berlangsung. Bulan lalu, RBS mengumumkan perolehan laba tahunan pertama dalam 10 tahun terakhir.