Private Placement Rp1 T, Hanson Ingin Laba Lebih Dari Capaian 2016

foto: istimewa

Pasardana.id - PT Hanson International Tbk (MYRX) mengincar laba bersih setara atau lebih dari perolehan pada tahun 2016 lalu. Asal tahu saja, pada akhir 2016 lalu, perseroan meraup laba bersih Rp68,05 miliar atau naik 369,63% dari periode akhir 2015 yang sebesar Rp14,49 miliar.

Target Hanson memang bukan isapan jempol belaka. Pasalnya, perseroan akan segera mendapat dana segar hingga Rp1,01 triliun yang berasal dari pelaksanaan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement.

“Rencana ini sudah mendapat persetujuan dari pemegang saham melalui RUPSLB hari ini," kata Direktur Independen Hanson, Adnan Tabrani di Jakarta, Kamis (23/11/2017).

Private placement sebanyak 7,98 miliar saham seri C atau setara dengan 8,14%. Adapun saham tersebut akan diserap Benny Tjokrosaputro yang saat ini merupakan pemilik 10,42% saham MYRX, sekaligus Direktur Utama perseroan.

Lebih lanjut Adnan menanyampaikan, dana hasil private placement akan digunakan untuk menambah modal sebagai bagian dari ekspansi anak usaha.

“Ekspansi anak usaha akan mendorong kinerja kami," katanya.

Hingga kuartal III 2017, laba bersih Hanson mencapai Rp36,45 miliar atau turun 75,75% dari periode sama tahun 2016 yang tercatat sebesar Rp150,33 miliar.

Ekspansi anak usaha memang menjadi andalan Hanson. Tengok saja beberapa proyek yang tengah dikerjakan saat ini seperti Proyek Serpong Kencana, Proyek Maja Raya 1, dan Proyek Maja Raya 2.

Proyek Serpong Kencana dilakukan melalui PT Blessindo Terang Jaya dengan luas 47 hektare dan telah terealisasi 3.500 unit rumah dengan marketing sales Rp1,2 triliun. Kemudian, Proyek Maja Raya 1 melalui PT Armidian Karyatama Tbk dan PT Harvest Time bekerjasama dengan PT Citra Benua Persada (Kelompok usaha Grup Ciputra).

Sejak 2014, Citra Maja Raya telah berhasil memasarkan lebih dari 8.900 unit rumah dan ruko dengan nilai marketing sales Rp2,2 triliun. Dan Proyek Maja Raya 2 melalui entitas asosiasi PT Putra Asih Laksana yang telah memulai pemasaran sejak 2016 dengan penjualan 1.500 unit bernilai Rp300 miliar.