BTN Ingin Punya Aset Capai Rp500 Triliun

foto: istimewa

Pasardana.id - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) mengincar total aset hingga Rp500 triliun dalam beberapa tahun mendatang. Hingga kuartal III 2017, total aset BTN baru mencapai Rp231,93 triliun.

Artinya, target BTN tersebut masih tersisa Rp268,07 triliun. Meski begitu, Direktur Utama BTN Maryono sudah punya rencana untuk merealisasikan target itu.

“Kami akan lebih ekspansif lagi. Makanya kami membutuhkan modal yang besar. Ada beberapa model yang nanti bisa dipakai jika pada saatnya diperlukan. Apakah itu dengan menerbitkan subdebt, right issue atau bisa juga dengan pengurangan porsi pembagian dividen," ungkap Maryono melalui rilisnya, Selasa (6/2/2018).

Maryono menambahkan, BTN akan mendorong bisnis perseroan tahun 2018 akan tetap ekspansif. Pertumbuhan bisnis tetap akan diharapkan tumbuh sustainable dan berada diatas rata-rata industri nasional. Rekam jejak pertumbuhan bisnis BTN dapat terjaga secara sustainable dalam tiga tahun ke belakang dan ini akan kita lanjutkan agar tetap terjaga pada bisnis tahun 2018. 

“Kami optimis perusahaan akan tetap tumbuh secara sustainable walaupun 2018 sudah masuk periode tahun politik," kata Maryono.

Maryono menyampaikan, BTN pada tahun ini akan fokus pada tahapan transformasi digital banking yang masuk pada tahapan kedua transformasi yang sedang dilakukan oleh perusahaan. Ini menjadi momentum penting bagi BTN karena 2018 seluruh infrastruktur pendukung transformasi digital banking diharapkan sudah dapat diimplementasi untuk melayani masyarakat secara mudah dan cepat.

BTN berencana menambah banyak inovasi produk dan layanan berbasis digital yang siap dipasarkan dalam tahun 2018. Meskipun begitu, Maryono tetap menjamin ekspansi yang bakal terjadi tetap mengarah pada pemenuhan program satu juta rumah. 

"Periode tahun kedua digital banking ini merupakan suatu momentum untuk bagaimana BTN bisa berbuat lebih besar lagi dengan munculnya banyak produk baru yang akan dikeluarkan perseroan tahun 2018, seperti kartu e-money, kartu kredit dan juga QR Payment. Produk-produk tersebut diharapkan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat zaman sekarang," tambah Maryono.

Saat ini, BTN memiliki basis nasabah 7,4 juta. Sehingga, Maryono melihat merupakan potensi yang cukup besar untuk menambah produk. Terlebih, kata dia, lahirnya produk-produk baru itu akan berdampak pada meningkatnya perolehan fee base income perseroan.

“Tahun ini BTN menargetkan pertumbuhan fee based ini bisa naik sekitar 30%," ungkapnya.

Maryono menambahkan tahun ini BTN juga akan menambah jumlah kantor cabang. Kami ingin bagaimana di setiap kabupaten di seluruh Indonesia itu ada kantor cabang BTN. Hal ini dilakukan untuk memaksimalkan potensi sektor perumahan yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.

"Penambahan kantor cabang bisa dilakukan dengan meningkatkan status kantor cabang pembantu dan kantor kas. Jadi tidak harus membuka kantor baru yang berbiaya tinggi," katanya.