Meski Kuasai 51% Saham META Setelah Right Issue, Metro Pacific Belum Dipastikan Jadi PSP

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Metro Pacific sebagai pemegang 42,25% porsi saham PT Nusantara Infrastruktur Tbk (META) tidak tertutup kemungkinan porsi sahamnya bertambah hingga lebih dari 51%. Tapi dengan porsi saham tersebut, belum dipastikan Metro Pacific menjadi pemegang saham pengendali (PSP).

Hal itu disampaikan Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Samsul Hidayat di Jakarta, Kamis (15/2/2018).

"Walau setelah right issue kepemilikan (Metro Pacific) lebih dari 51%, belum tentu jadi PSP, karena pertambahannya melalui mekanisme right issue bukan private placement,"  jelas Samsul.

Untuk memastikan hal tersebut, lanjut dia, BEI akan melakukan konsultasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memastikan apakah kepemilikan 51% tersebut menyebabkan Metro Pacific menjadi PSP dan diwajibkan melakukan penawaran wajib atau tidak.

"Kami perlu bicara dulu dengan OJK untuk memastikannya," jelas dia. 

Sebelumnya, META akan menyelenggarakan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada tanggal 19 Februari 2018 mendatang, guna mendapatkan persetujuan pemegang saham dalam melakukan penambahan modal perseroan dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (right issue).

Dalam ringkasan rencana aksi korporsi perseroan pada laman Bursa Efek Indonesia, Rabu (10/1/2018) dijelaskan bahwa emiten infrastruktur itu akan melepas 5.000.000.000 saham biasa atas nama seri B dengan nominal Rp70 per lembar sahamnya.

Selanjutnya, dana hasil aksi korporasi ini akan digunakan untuk membiayai belanja modal dan modal kerja perseroan serta anak usaha. Dengan demikian, akan memperkuat struktur permodalan, dan menambah aset dalam pengembangan usaha.

Adapun perseroan mengharapkan keikutsertaan pemegang saham dalam melaksanakan hak memesan efek terlebih dahulu. Jika tidak, maka seluruh atau sisa saham HMETD yang tidak terserap akan dibeli pembeli siaga dan pemegang saham akan terdilusi sebanyak-banyaknya 25,19%.

Rencananya, nama pembeli siaga akan dicantumkan dalam propektus yang akan diterbitkan perseroan.