Investasi Langsung Asal Luar Negeri Diyakini Masih Terus Bertumbuh di Tahun Politik

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Investasi langsung luar negeri (foreign direct investment/FDI) diyakini masih terus bertumbuh meski Indonesia memasuki tahun politik di 2018.

Fundamental perekonomian Indonesia yang terus membaik akan menjadi penarik utamanya.

Demikian diungkapkan Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo di hadapan 600 investor di ajang Mandiri Investment Forum, di Jakarta, Rabu (07/2/2018).

"Investasi langsung tidak terlalu dipengaruhi oleh kegiatan musiman politik, karena lebih ditentukan oleh kondisi fundamental ekonomi dan faktor jangka panjang," kata Agus.

Lebih lanjut, Agus meyakini, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2018 akan lebih tinggi dibanding pencapaian 2017 yang sebesar 5,07 persen (yoy).

Salah satu pendorong pertumbuhan itu adalah perkiraan masih tingginya FDI yang akan menjadi salah satu sumber pendanaan pembangunan.

"Beberapa survei, dan kajian menyebutkan Indonesia berada di peringkat atas negara-negara yang dapat meningkatkan pembelanjaan para investor," ungkap Agus.

Bank Sentral memperkirakan ekonomi Indonesia akan tumbuh di 5,1-5,5 persen (yoy) tahun ini, dengan inflasi di 2,5-4,5 persen (yoy) dan defisit neraca transaksi berjalan di 2-2,5 persen PDB.

Sebelumnya, Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) memproyeksikan ekonomi Indonesia berpotensi tumbuh hingga 6,5 persen (tahun ke tahun) dalam jangka menengah (tahun 2022), dengan reformasi struktural yang akan meningkatkan produktivitas dan menarik investasi untuk pembiayaan pembangunan.

"Reformasi di fiskal dan reformasi struktural lainnya menunjukan potensi pertumbuhan ekonomi dapat mencapai 6,5 persen di jangka menengah," kata IMF dalam Laporan Konsultasi Artikel IV untuk Indonesia 2017 yang telah disimpulkan dalam pertemuan Dewan Direktur IMF, baru-baru ini.