11 Entitas Akan Diperiksa Satgas Waspada Investasi

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Satuan Tugas Waspada Investasi telah menghentikan 44 entitas investasi tak berijin, namun karena permintaan akan investasi dengan imbal hasil tinggi masih tinggi maka bermunculan entitas serupa dalam jumlah yang banyak.

Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam Lumban Tobing menyatakan, maraknya fenomena investasi tak berijin akibat mudahnya masyarakat tergiur dengan dengan imbal hasil yang tinggi, padahal dalam setiap investasi tidak bisa dipastikan imbal hasil yang akan di dapat.

“Jadi munculnya investasi illegal karena supply dan demand," kata Tongam di Bogor, Sabtu (9/9/2017).

Ditambahkan, walau 44 entitas investasi illegal telah dihentikan kegiatannya oleh Satgas, namun masih banyak pelaku lain yang beroperasi hal serupa guna memanfaatkan fenomena tingginya demand berinvestasi dengan imbal hasil tinggi. Hal itu terlihat dari jumlah entitas yang akan kembali diperiksa Satgas Waspada Investasi.

“Tanggal 19 September nanti kami akan memeriksa 11 entitas lagi yang berkegiatan penawaran investasinya berpotensi merugikan masyarakat," ujar dia.

Lebih lanjut diungkapkan, 11 entitas tersebut diperiksa oleh karena adanya pelaporan dari masyarakat akan kegiatan illegalnya. Namun, diperkirakan masih banyak entitas serupa yang melakukan kegiatan investasi illegal yang tidak dilaporkan.

“Salah satu kendala masih maraknya kegiatan investasi bodong karena keengganan korban melaporkannya kepada Kami, bahkan kami harus membujuk peserta investasi tersebut agar mau melapor," jelas dia.

Untuk diketahui, 11 entitas investasi illegal yang saat ini dalam proses hukum adalah Pandawa Group Depok, UN Swisindo, PT CSI, Dream For Freedom, PT Compact Sejahtera, PT Inti Benua Indonesia, PT Royal Sugar Company, PT Crown Makmur Indonesia, PT Talk Fusion Indonesia, PT Mi One Global Indonesia dan First Travel.