Suku Bunga KPR MBR Dikaji Sesuai Penghasilan

foto : istimewa

Pasardana.id - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sedang mengkaji usulan pengenaan suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) berdasarkan segmen penghasilan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Pasalnya, kebijakan ini dinilai sebagian kalangan kurang tepat, manakala penarikan suku bunga dipukul rata bagi setiap debitur.

“Kita masih belum dapat rumusnya," kata Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Lana Winayanti di Jakarta, kemarin.

Dijelaskan, kebijakan ini akan dibicarakan dengan semua pihak terkait, antara lain; pengembang, investor, perbankan, calon debitur, dan debitur. Mereka akan diundang oleh Kementerian PUPR untuk membicarakannya.

Menurut Lana, masukan yang sedang dipertimbangkan seperti; suku bunga sebesar 5% akan ditarik bagi debitur MBR berpenghasilan paling kecil. Kemudian, debitur MBR dengan pendapatan di atasnya diberlakukan suku bunga sebesar 6%.

“Dengan adanya segmentasi penghasilan bagi MBR, maka penetapan suku bunga bisa meningkatkan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP)," ujarnya.

Peningkatan suku bunga juga diterapkan bagi MBR yang mencapai kenaikan pendapatan, dibandingkan pada saat awal dia mengajukan KPR. Langkah ini juga diharapkan menarik minta investor properti.

Hal ini sendiri dilakukan guna menarik investor agar mau menyediakan rumah bagi MBR, sehingga penyediaan dan pembiayaan rumah dapat lebih menarik.

“Meskipun fix rate ada peluang 20 tahun, tapi ternyata itu bisa di-break (disekat) per 5 tahun untuk dilihat," tandasnya.