Indeks Kospi Meningkat 0,25 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, meningkat 6,30 poin, atau sekitar 0,25 persen, pada Kamis (15/3/2018), menjadi 2.492,38. Volume perdagangan moderat mencapai 338,1 juta saham senilai 5,94 triliun won atau sekitar US$5,58 miliar, dengan saham yang naik melebihi yang turun 408 berbanding 407.

Investor asing melepas saham senilai 42,5 miliar won, sebaliknya investor institusi meraup saham senilai 30,6 miliar won. Menurut para analis, para investor melakukan transaksi terpengaruh data ekonomi terbaru Amerika Serikat dan Tiongkok.

Penjualan ritel AS turun 0,1 persen dari bulan sebelumnya. Penurunan telah berlangsung tiga bulan beruntun, pertama kalinya terjadi sejak April 2012.

Sementara itu, produksi industri Tiongkok meningkat 7,2 persen dalam dua bulan pertama tahun ini. Peningkatan tersebut jauh melebihi ekspektasi pasar. Tiongkok merupakan mitra dagang terbesar Korsel.

“Meski terjadi sedikit penurunan konsumsi masyarakat di AS, kondisi tersebut sesungguhnya menjadi kabar yang baik bagi pasar Korsel karena The Fed mungkin akan bimbang untuk melakukan aksi hawkish pekan depan,” kata Seo Sang-Young, analis Kiwoom Securities Company, seperti dikutip Yonhap News.

“Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Tiongkok akan menguntungkan perekonomian Korsel,” jelas Seo lebih lanjut.

Saham-saham utama yang mengalami penguatan adalah Amore Pacific (2,49 persen), LG Household and Health Care (1,59 persen), Celltrion Inc (5,22 persen), Hanmi Pharm Company (1,99 persen), LG Chem (1,82 persen), dan Kumho Petro Chemical (1,82 persen). Sebaliknya saham Samsung Electronics turun 0,43 persen dan saham SK Hynix anjlok 1,21 persen.

Nilai tukar won Korsel terhadap dolar AS berada di kisaran 1.065,4 won per dolar AS, turun 0,8 won dari sesi sebelumnya.

Walau bursa efek Korsel maupun Jepang berakhir dengan penguatan hari ini, namun pasar saham Asia secara umum melemah mengikuti pergerakan Wall Street dalam perdagangan overnight. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,45 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia turun 14,50 poin, atau sekitar 0,24 persen, menjadi 5.920,80. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura, Filipina, Indonesia, Malaysia, dan Vietnam melemah, sedangkan Bursa Thailand menguat.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, berakhir datar dengan pergerakan turun tipis 0,27 persen menjadi 3.291,11. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong meningkat 106,09 poin, atau sekitar 0,34 persen, menjadi 31.541,10.