Volume Transaksi Meningkat, GJTL, AISA dan CPIN Layak Diperdagangkan Besok

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,47% pada penutupan hari ini, Rabu (14/3/2018). Hanya saja, beberapa saham mengalami peningkatan transaksi dan membentuk pola transaksi yang menarik untuk dicermati.

Analis Market Pasardana.id, Arief Budiman mengatakan, dari sekian saham yang layak dicermati pada perdagangan esok, Kamis (15/3/2018) GJTL, AISA dan CPIN layak jadi pilihan.

“Ketiga saham itu mengalami peningkatan volume transaksi,” kata Arief d Jakarta, Rabu (14/3/2018).

Ia menilai, GJTL telah membentuk white marubozu dengan body cukup besar menggambarkan pergerakan yang positif dalam rentang yang cukup lebar hingga berakhir di level tertingginya.

“Pergerakan GJTL terlihat tertahan di garis MA 60 dan berhasil rebound menandakan adanya titik support cukup kuat pada level tersebut,” ujar dia.

Ia menambahkan, volume juga mengalami lonjakan dengan disertai inflow asing senilai Rp 6,32 miliar yang menandakan GJTL cukup  ramai ditransaksikan.

“Apalagi, stochastic bergerak naik signifikan dan mulai mendekati area jenuh beli,” ujar dia.

Sementara, AISA, jelas Arief, juga telah membentuk bullish candle dengan short upper shadow menggambarkan AISA bergerak positif meskipun sempat ada aksi profit taking yang menghambat laju kenaikan yang lebih cepat.

“Apalagi, volume mengalami peningkatan dengan net buy asing senilai Rp14,58 miliar menandakan saham ini banyak diburu pelaku pasar. Stochastic terlihat telah golden cross di area jenuh jual mengindikasikan adanya momentum kenaikan dalam waktu dekat,” papar dia.

Sedangkan, CPIN, menurut Arif, juga membentuk bullish candle dengan short lower shadow menggambarkan pergerakan yang positif setelah sebelumnya sempat bergerak di bawah level pembukaan namun berhasil berbalik arah dan berakhir ditutup di level tertingginya.

“Volume mulai konsisten meningkat dalam tiga hari terakhir serta adanya inflow asing senilai Rp 15,64 miliar menandakan bahwa saham ini cukup banyak menarik perhatian pelaku pasar. Sedangkan stochastic terlihat masih bergerak naik mengindikasikan sinyal kenaikan yang masih cukup kuat,” terang Arief.