Wall Street dan Bursa Eropa Kembali Terpuruk

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street kembali terpuruk pada Kamis (8/2/2018) setelah peningkatan imbal hasil obligasi 10 tahun pemerintah Amerika Serikat terus membebani pasar saham.

Seperti dilaporkan Xinhua, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, AS, anjlok 1.032,89 poin, atau sekitar 4,15 persen, menjadi 23.860,46. Indeks S&P 500 turun 100,66 poin, atau sekitar 3,75 persen, menjadi 2.581. Indeks komposit Nasdaq merosot 274,82 poin, atau sekitar 3,90 persen, menjadi 6.777,16.

Para analis menyatakan bahwa peningkatan imbal hasil obligasi menghasilkan sentimen pasar yang negatif. Imbal hasil obligasi mencapai 2,885 persen pada sesi perdagangan Kamis pagi, melampaui level tertinggi dalam empat tahun terakhir.  

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange meningkat seiring kemerosotan pasar modal Negeri Paman Sam dan melemahnya dolar AS. Harga emas untuk pengiriman April 2018 meningkat US$4,4, atau sekitar 0,33 persen, menjadi US$1.319 per ons. Indeks dolar AS turun 0,15 persen menjadi 90,19.

Seperti pasar modal AS, bursa saham Eropa juga diwarnai dengan keterpurukan pada Kamis dengan indeks STOXX 600 Eropa anjlok 1,6 persen. Seluruh sektor mengalami kemerosotan dengan indeks volatilitas VSTOXX mencapai 32, angka tertinggi sejak referendum Brexit Inggris pada Juni 2016 lalu.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, anjlok 108,73 poin, atau sekitar 1,49 persen, menjadi 7.170,69. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, terjun 330,14 poin, atau sekitar 2,62 persen, menjadi 12.260,29.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, turun tajam 220,60 poin, atau sekitar 2,21 persen, menjadi 9.756,30. Indeks Cac 40 di EuroNext Paris, Perancis, merosot 104,21 poin, atau sekitar 1,98 persen, menjadi 5.151,68.

Dalam pasar mata uang, nilai tukar pound sterling berakhir dengan penguatan 0,11 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,3942 per pound setelah sebelumnya sempat melambung 1,3 persen karena Bank of England mengindikasikan peningkatan suku bunga akan berlangsung lebih cepat dan lebih banyak dari perkiraan sebelumnya.

Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound sempat meningkat 1,2 persen sebelum berakhir dengan penguatan 0,4 persen menjadi 1,1350 euro per pound.