Wall Street “Mixed”, Bursa Eropa Terus Melemah

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street berakhir mixed pada Kamis (6/12/2018) setelah kekhawatiran akan memburuknya hubungan Amerika Serikat dan Tiongkok kembali mencuat usai ditangkapnya CFO Huawei Technologies Company Meng Wanzhou di Kanada, sesuai permintaan pihak berwajib AS.

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, AS, turun 79,4 poin, atau sekitar 0,32 persen, menjadi 24.947,67. Indeks S&P 500 melemah 4,11 poin, atau sekitar 0,15 persen, menjadi 2.695,95. Indeks komposit Nasdaq naik 29,83 poin, atau sekitar 0,42 persen, menjadi 7.188,26.

Indeks sektor energi S&P 500 anjlok 1,8 persen dan menjadi sektor dengan kinerja terburuk akibat penurunan tajam 4 persen yang dialami harga minyak dunia seiring berlangsungnya pertemuan OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries) di Wina, Austria.

Pelemahan indeks S&P 500 terbatasi setelah saham Amazon dan Netflix mengalami rebound. Saham Amazon melonjak 1,85 persen dan saham Netflix melambung 2,74 persen.

Harga emas berjangka mengalami rebound seiring melemahnya nilai tukar dolar AS setelah Federal Reserve AS mempertimbangkan untuk tidak menaikkan suku bunga pada pertemuan Desember. Harga emas untuk pengiriman Februari 2019 naik 0,28 persen menjadi US$1.246,10 per ons. Indeks dolar AS mengalami penurunan 0,04 persen menjadi 96,970.

Bursa saham Eropa melemah dengan indeks STOXX 600 Eropa anjlok 1,8 persen ke level terendah sejak Desember 2016 setelah para investor mengkhawatirkan memburuknya hubungan AS-Tiongkok usai ditangkapnya CFO Huawei di Kanada. Bursa Eropa telah melemah tiga sesi beruntun.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, anjlok 217,79 poin, atau sekitar 3,15 persen, menjadi 6.704,05. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, terjun 389,26 poin, atau sekitar 3,48 persen, menjadi 10.810,98.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, merosot 247,70 poin, atau sekitar 2,75 persen, menjadi 8.764,50. Indeks Cac 40 di EuroNext Paris, Perancis, turun 163,90 poin, atau sekitar 3,31 persen, menjadi 4.780,46.

Nilai tukar pound sterling menguat 0,3 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,2787 per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound berada di kisaran 1,1236 euro per pound.