Indeks Kospi Anjlok 1,55 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, anjlok 32,62 poin, atau sekitar 1,55 persen, pada Kamis (6/12/2018), menjadi 2.068,69. Volume perdagangan moderat mencapai 528,19 juta saham senilai 5,44 triliun won atau sekitar US$4,9 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 696 berbanding 154.

Investor asing menjual saham senilai 387 miliar won. Sedangkan investor institusi dan individu total membeli saham senilai 375 miliar won, membuat indeks Kospi tidak mengalami penurunan lebih tajam.

Para investor, dilansir Yonhap News, memiliki kekhawatiran terhadap berbagai isu yang dapat menyebabkan volatilitas pasar saham, seperti pertemuan OPEC (Organization of Petroleum Exporting Countries), kesepakatan Amerika Serikat-Tiongkok di bidang perdagangan, dan voting parlemen Inggris terhadap Brexit pada 11 Desember mendatang.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics anjlok 2,29 persen. Saham perusahaan baja POSCO turun 0,40 persen dan saham perusahaan yang bergerak di bidang industri kimia, LG Chem, melemah 0,28 persen.

Di sisi lain, saham perusahaan otomotif Hyundai Motor melambung 2,79 persen. Saham perusahaan telekomunikasi SK Telecom juga meningkat tajam, naik 1,95 persen.  

Nilai tukar won melemah terhadap dolar AS, turun 6,20 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.120,30 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen negatif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang anjlok 1,7 persen setelah terjadi penangkapan terhadap CFO Huawei Technologies Company Meng Wanzhou di Kanada. Para investor diliputi kekhawatiran bahwa penangkapan Meng dapat memicu ketegangan baru antara AS-Tiongkok.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia turun 10,70 poin, atau sekitar 0,19 persen, menjadi 5.657,70. Bursa saham Asia Tenggara diwarnai dengan pelemahan, termasuk juga di Indonesia.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, anjlok 44,62 poin, atau sekitar 1,68 persen, menjadi 2.605,18. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong terjun 663,30 poin, atau sekitar 2,47 persen, menjadi 26.156,38.