ANALIS MARKET (05/12/2018) : Kemungkinan Rupiah Menguat Menuju Kisaran Rp14.250 - Rp14.260 per USD

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id -  Riset harian Samuel Aset Manajemen (SAM) menyebutkan, hampir semua indeks futures bursa Asia tercatat ‘merah’, indikasi ada potensi koreksi indeks di bursa Asia hari ini, Rabu (05/12/2018), ditambah dengan sentimen negatif koreksi di bursa global semalam walaupun harga minyak mentah  dibuka bervariasi pagi ini.

Adapun mata uang kuat Asia yen, HK dolar dan Sin dolar kompak menguat terhadap USDolar yang bisa membuat sentimen penguatan rupiah.

“Kemungkinan rupiah menguat menuju kisaran Rp14.250 - Rp14.260 per USD dengan tetap dalam penjagaan BI,” sebut Lana Soelistianingsih, Kepala Riset/Ekonom SAM dalam riset yang dirilis Rabu (05/12/2018).

Lebih lanjut, riset SAM juga menyebutkan, Pemerintah terbitkan obligasi global senilai total US$3 miliar sebagai bagian dari penerbitan SBN untuk  pembiayaan defisit APBN 2019 dan pembayaran utang SBN yang jatuh tempo sebesar Rp.825,7 triliun.

Pemerintah dalam strategi penerbitan SBN ini juga berencana untuk memperbesar penerbitan obligasi ritel hingga mencapai Rp.60 triliun atau naik 30% dibandingkan penerbitan tahun 2018  Front loading dengan penerbitan obligasi global ini bisa membantu penguatan rupiah dalam minggu ini.  

Sementara dari eksternal, pasar global kembali terkoreksi kemarin memfaktorkan belum jelasnya kesepakatan perdagangan AS-China dan kekawatiran terhadap melambatnya ekonomi AS. Kekawatiran tersebut didukung dengan beberapa indeks terkait optimisme ekonomi dan outlook untuk 6 bulan ke depan yang menunjukkan penurunan dan terendah sejak 8 bulan terakhir.