Butuh Dana USD28,5 Juta, OKAS Kaji Terbitkan Obligasi Atau Lepas Saham Baru

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS) membutuhkan dana sebesar USD28,5 Juta untuk pengembangan usaha dalam dua tahun ini. Untuk itu, manajemen emiten tambang ini tengah mengkaji skema pembiayaan melalui penerbitan surat utang (Obligasi) atau pelepasan saham baru.

Presiden Direktur OKAS, Rolaw P Samosir menjelaskan, kebutuhan dana tersebut untuk pengembangan anak usaha yakni PT Multi Nitrotama Kimia senilai USD3 juta.

Pada tahun depan (2019), anak usaha penghasil amonium nitrat ini akan meningkatkan produksi dari 118 ribu metrik ton menjadi 125 metrik ton.

“Jadi ada penambahan produksi 7 ribu metrik ton amonium nitrat di tahun 2019,” kata Rolaw di Jakarta, Selasa (4/12/2018).

Sementara untuk anak usaha tambang emas, yakni PT Indotan Lombok Barat Bangkit, perseroan membutuhkan dana sebesar USD25 juta. Dengan rincian, USD4 juta pada tahun 2019 dan USD21 juta di tahun 2020 untuk JORC.

“Sebagaian besar dana itu untuk JORC dan mulai berproduksi kuartal I 2020,” kata dia.

Lebih lanjut ia menjelaskan, kebutuhan dana tersebut berasal dari beragam sumber. Untuk tahun 2019, sebesar USD7,5 juta akan berasal dari kas perusahaan dan pinjaman perbankan. Sedangkan sisanya akan berasal dari aksi korporasi.

“Bisa dari Obligasi maupun penerbitan saham baru atau rigth issue, kami sedang mengkaji yang mana lebih memungkinkan bagi perseroan,” kata dia.