ANALIS MARKET (09/11/2018) : IHSG Diproyeksi Bergerak Bervariasi dan Berpotensi Menguat

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Kiwoom Sekuritas menyebutkan, diperdagangan kemarin (8/11), Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup naik 36.92 poin (+0.62%) ke level 5,976. Investor asing mencatatkan net buy di semua perdagangan saham sebesar RP 1.1 triliun, sedangkan di pasar regular net buy sebesar RP 790,11 miliar. Sektor terbesar yang menopang kenaikkan indeks didukung sektor perdagangan (+1.64%), keuangan (+0.94%), sementara sektor yang mengalami penurunan terbesar adalah sektor agrikultur (-1.44%) dan aneka industrri (-0.04%).

Lebih lanjut, riset Kiwoom Sekuritas juga menyebutkan, dukungan melajunya penguatan nilai Rupiah terhadap dollar Amerika dan aksi net buy investor asing tentunya masih menjadi sentiment positif pergerakan indeks hari ini, Jumat (09/11/2018).

Meski demikian, pelaku pasar tetap mewaspadai aksi profit taking hari ini, sembari menanti rilis Bank Indonesia terhadap data Current Account pada kuartal III-2018.

Ditambahkan, potensi penguatan ini juga datang dari hasil FOMC meeting yang masih mempertahankan tingkat suku bunga, seperti yang sudah diperkirakan sebelumnya.

Namun yang menarik adalah, pernyataan kali ini terdengar seperti ‘biasa’ saja, bahkan cenderung menutupi arah pergerakan selanjutnya.

The Fed tetap akan sesuai dengan rencana sebelumnya untuk kenaikkan pada bulan December 2018 nanti, dan pada akhirnya pejabat The Fed akan memberikan informasi lanjutan pada bulan December nanti terkait kenaikkan tingkat suku bunga pada tahun 2019.

Selain itu, sebelumnya mereka (The Fed) sempat mengatakan bahwa tingkat pertumbuhan sedang berada dalam posisi bertumbuh secara kuat, namun saat ini mereka memakai kata kata moderate.

Selain itu, pada bulan December nanti, The Fed juga akan melakukan penyesuaian untuk cadangan berlebih (IOER), sehingga tingkat suku bunga The Fed yang efektif akan kembali ke titik tengah pada kisaran targetnya.

“Kami melihat indeks akan bergerak bervariasi hari ini dengan rentang 5.952 – 5.999, dengan potensi menguat. Apabila hari ini batas resistansi ditembus dari 5.999, maka akan menuju 6.021. Namun ini sudah hari ke-8 dimana indeks menguat sehingga berpotensi untuk mengalami koreksi,” sebut analis Kiwoom Sekuritas dalam laporan riset yang dirilis Jumat (09/11/2018).