Tunda IPO Tahun Depan, Gunung Raja Paksi Incar Rp2 Triliun

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – PT Gunung Raja Paksi Tbk menunda rencana pelaksanaan penggalangan dana melalui penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) hingga semester 1 2019. Langkah itu diambil agar membuka peluang raihan dana lebih besar dari rencana semula.

Hal itu disampaikan, Direktur Utama PT Kresna Sekuritas, Octavianus Budiyanto selaku penjamin pelaksana emisi efek di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (27/11/2018).

“Gunung Raja Paksi di tunda dengan mengajukan prospektus berdasarkan laporan keuangan tanggal 31 Desember 2018. Tadinya pakai buku Juni 2018,” kata dia.

Ia menjelaskan, rencana itu sejalan dengan perbaikan kondisi makro ekonomi, misalnya penguatan nilai tular rupiah terhadap dollar AS. Dengan demikian, kondisi perusahaan baja itu juga turut membaik, karena bahan baku berupa baja sedang mengalami penurunan harga.

“Calon emiten akan selalu menginginkan harga terbaik, tadinya mau melepas 10,22% nanti akan melepas 20% jadi bisa sampai Rp2 triliun,” kata dia.

Masih menurut Octavianus, penundaan IPO  itu sejalan dengan data pasar bahwa setelah pelaksanaan pemilihan umum berlangsung pasar akan bergerak lebih aktraktif.

“Jadi setelah pemilu, pasar mungkin lebih atraktif," imbuhnya.

Sebelumnya, Presiden Direktur PT Gunung Raja Paksi Tbk, Alouisius Maseimilian mengatakan, perseroan akan melepas sebanyak 10,22% dari total saham melalui IPO guna menjadikan perusahaan lebih profesional dan siap menghadapi persaingan bisnis.

“Kami harap dana yang diraih melalui IPO mencapai Rp1 triliun,” kata Alouisius, beberapa waktu lalu.

Selanjutnya, jelas dia, dana hasil IPO tersebut akan digunakan untuk pengembangan bisnis dan akuisisi perusahaan baja terafiliasi.

“Terutama untuk melakukan pembaharuan mesin-mesin produksi sehingga akan mempercepat produksi karena manual menjadi otomatis,” kata dia.

Berdasarkan laporan keuangan audit per Juni 2018, Raja Paksi membukukan aset senilai USD1,1 miliar, pendapatan sebesar USD426 juta dan laba bersih sebesar USD17 juta serta EBITDA sebesar USD55 juta.

“Kinerja kami rata-rata naik 10%,” ucap dia.