Masuk Proyek Kelautan, Acset Siap Garap Infrastruktur Tol, Bandara, Hingga Power Plant

foto: doc Acset

Pasardana.id - Tidak berhenti di darat, khususnya fondasi dalam, struktur gedung kompleks yang tinggi dan infrastruktur seperti jalan tol, PT Acset Indonusa Tbk (ACST) kini melebarkan keahliannya hingga ke pekerjaan kelautan (marine works).

Inisiatif ini telah diawali dari 2017 ketika perseroan membentuk entitas ventura bersama yang spesifik untuk bidang tersebut.

Sebagai kelanjutannya, awal tahun 2018, Acset telah membeli Cement-Deep Mixing (CDM) barge yang juga berlandaskan pada motivasi yang sama untuk bergerak di bidang pekerjaan kelautan.

“Oktober lalu, Acset telah meresmikan CDM barge-nya yang pertama, yakni ACSET Sea I, di Pelabuhan Cirebon,” ujar Corporate Secretary & Investor Relations Acset Maria Cesilia Hapsari, Senin (26/11/2018).

ACSET Sea I adalah CDM barge—pertama dari jenisnya yang ada di Indonesia. ACSET Sea I utamanya akan digunakan pertama kali dalam proyek soil improvement Pelabuhan Patimban yang kontraknya Acset dapatkan pada semester pertama tahun 2018.

“Metode CDM merupakan metode yang digunakan untuk meningkatkan kualitas tanah dasar laut sehingga kondisinya menjadi lebih baik untuk proses pembangunan berikutnya,” tambah Maria.

Dengan metode ini, jelas Maria, pengerjaan proyek akan menjadi lebih unggul dari sisi waktu dan akurasi. Metode yang baru pertama kali diutilisasi dalam pembangunan proyek mega-infrastruktur di Indonesia ini dapat mencapai kedalaman hingga 60 meter dari dasar laut (seabed).

Proyek Pelabuhan Patimban sendiri merupakan proyek yang diinisiasikan oleh pemerintah dalam rangka mengembangkan infrastruktur kelautan yang lebih handal di Pulau Jawa.

Acset dengan ini memperlihatkan komitmennya untuk bergerak selaras dengan pemerintah dalam hubungannya untuk memajukan pembangunan infrastruktur tanah air.

“Di masa mendatang, Acset menargetkan untuk giat berpartisipasi dalam proyek-proyek infrastruktur lainnya, seperti jalan tol (landed dan elevated), pelabuhan laut dan udara, serta power plant,” imbuh Maria.