Indeks Kospi Melonjak 1,24 Persen

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, melonjak 25,54 poin, atau sekitar 1,24 persen, pada Senin (26/11/2018), peningkatan harian tertinggi sejak 2 November lalu, menjadi 2.083,02.

Volume perdagangan tipis hanya mencapai 231,5 juta saham senilai 4,33 triliun won atau sekitar US$3,83 miliar, dengan saham yang naik melampaui yang turun 631 berbanding 205.

Indeks Kospi mengalami rebound setelah sempat melemah empat sesi beruntun berkat aksi beli yang dilakukan para investor terhadap saham-saham yang mengalami penurunan tajam. “Terjadi rebound teknis setelah angka indeks sempat terus melemah. Investor asing mengerem aksi jual mereka, sedangkan investor institusi melakukan aksi beli,” jelas Kim Yoon-Suh, analis Shinhan Investment Corporation, seperti dikutip Yonhap News.

Investor asing dan individu masing-masing menjual saham senilai 38 miliar won dan 419 miliar won. Sedangkan investor institusi melakukan pembelian senilai 449 miliar won.

Saham perusahaan teknologi diwarnai dengan penguatan, dengan saham Samsung Electronics, SK Hynix, dan LG Electronics masing-masing meningkat 0,47 persen, 2,31 persen, dan 2,59 persen. Saham perusahaan farmasi Celltrion meroket 8,82 persen dan saham Hanmi Pharmaceutical melambung 3,15 persen.

Saham perusahaan pengelola portal internet terbesar di Korea Selatan Naver meroket 8,77 persen. Saham Kakako melonjak 4,17 persen.

Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor dan Kia Motors masing-masing meningkat 1,49 persen dan 3,42 persen.

Di sisi lain, saham KT anjlok 1,82 persen setelah terjadinya kebakaran di fasilitas yang dimiliki perusahaan telekomunikasi tersebut, yang menyebabkan terjadinya gangguan jaringan di beberapa wilayah di Seoul.

Nilai tukar won menguat terhadap dolar Amerika Serikat, naik 1,60 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.128,90 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia menguat hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,64 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia turun 44,60 poin, atau sekitar 0,78 persen, menjadi 5.671,60. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura dan Filipina menguat, sedangkan Bursa Thailand, Indonesia, Malaysia, dan Vietnam melemah.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, turun 3,67 poin, atau sekitar 0,14 persen, menjadi 2.575,81. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong melonjak 448,50 poin, atau sekitar 1,73 persen, menjadi 26.376,18.