Wall Street dan Bursa Eropa Teruskan Penguatan

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street menguat pada Kamis (1/11/2018), meneruskan penguatan yang berlangsung dari sesi sebelumnya.

Seperti dilaporkan Xinhua, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, melonjak 264,98 poin, atau sekitar 1,06 persen, menjadi 25.380,74. Indeks S&P 500 meningkat 28,63 poin, atau sekitar 1,06 persen, menjadi 2.740,37. Indeks komposit Nasdaq melambung 128,6 poin, atau sekitar 1,75 persen, menjadi 7.434,06.

Dari 11 sektor utama S&P 500, 10 di antaranya mengalami peningkatan. Indeks sektor bahan baku dan barang konsumsi masing-masing melambung 3,02 persen dan 2,23 persen untuk memimpin penguatan yang terjadi. Satu-satunya sektor yang melemah adalah utilitas, dengan indeks sektor tersebut turun 0,53 persen.

Saham DowDuPont melambung 8 persen untuk memipin peningkatan indeks Dow Jones. Saham DowDuPont terdongkrak positifnya laporan perolehan laba kuartal III 2018. Saham Apple meningkat 1,54 persen jelang pengumuman perolehan laba kuartalan.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange mencapai harga tertinggi dalam tiga bulan terakhir terdongkrak pelemahan nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman Desember 2018 melambung US$23,6, atau sekitar 1,94 persen, menjadi US$1.238,6 per ons. Indeks dolar AS turun 0,88 persen menjadi 96,2756.

Bursa saham Eropa juga meneruskan penguatan dari sesi sebelumnya pada Kamis, dengan indeks STOXX 600 Eropa naik 0,2 persen setelah saham ING dan BT masing-masing melambung 5,9 persen dan 8,7 persen.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, turun 13,44 poin, atau sekitar 0,19 persen, menjadi 7.114,66. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, meningkat 21,03 poin, atau sekitar 0,18 persen, menjadi 11.468,54.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, menguat 61,30 poin, atau sekitar 0,69 persen, menjadi 8.954,80. Indeks Cac 40 di EuroNext Paris, Perancis, melemah 7,65 poin, atau sekitar 0,15 persen, menjadi 5.085,78.

Nilai tukar pound sterling menguat 1,94 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,3015 per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound menguat 1,07 persen menjadi 1,1406 euro per pound.