Wall Street “Mixed”, Bursa Eropa Melemah

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street berakhir mixed pada Jumat (16/11/2018) dengan indeks Dow Jones Industrial Average dan S&P 500 di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa AS mungkin tidap perlu menjatuhkan tarif tambahan terhadap produk impor dari Tiongkok.

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones naik 123,95 poin, atau sekitar 0,49 persen, menjadi 25.413,22. Indeks S&P 500 meningkat 6,07 poin, atau sekitar 0,22 persen, menjadi 2.736,27.

Indeks utama lainnya di Bursa New York, indeks komposit Nasdaq, turun 11,16 poin, atau sekitar 0,15 persen, menjadi 7.247,87 setelah saham Nvidia Corporation terjun bebas 18,8 persen usai mengungkapkan bahwa penurunan aktivitas penambangan cryptocurrency sebagai penyebab utama menurunnya penjualan perusahaan teknologi tersebut. Terjun bebasnya saham Nvidia memicu indeks Philadelphia Semiconductor anjlok 1,2 persen.

Dalam sepekan terakhir, indeks Dow Jones, S&P 500, dan komposit Nasdaq masing-masing tergelincir 2,22 persen, 1,61 persen, dan 2,15 persen.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange tidak berubah dari sesi sebelumnya, berada di kisaran US$1.215 per ons. Indeks dolar AS berada di level 97.

Bursa saham Eropa diwarnai sentimen negatif seiring tertujunya perhatian para investor terhadap kesepakatan Brexit antara Inggris dengan Uni Eropa. Indeks STOXX 600 Eropa turun 0,12 persen.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, turun 24,13 poin, atau sekitar 0,34 persen, menjadi 7.013,88. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, melemah 12,67 poin, atau sekitar 0,11 persen, menjadi 11.341.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, melorot 16,70 poin, atau sekitar 0,18 persen, menjadi 9.056,80. Indeks Cac 40 di EuroNext Paris, Perancis, merosot 8,42 poin, atau sekitar 0,17 persen, menjadi 5.025,20.

Nilai tukar pound sterling menguat 0,42 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,2829 per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound turun 0,31 persen menjadi 1,1243 euro per pound.