ANALIS MARKET (16/11/2018) : Kemungkinan Rupiah Menuju Kisaran Rp14.670 - Rp14.700 per USD

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Samuel Aset Manajemen (SAM) menyebutkan, ada potensi indeks di bursa Asia akan naik hari ini, Jumat (16/11/2018), terindikasi dari indeks futures-nya yang hampir semuanya hijau, dan terbantu dengan sentimen positif indeks di bursa AS yang kompak naik semalam dan harga minyak mentah dibuka naik pagi ini.

Adapun mata uang kuat Asia, HK dolar dan Sin dolar dibuka melemah terhadap USDolar pagi ini, yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah.

“Kemungkinan rupiah menuju kisaran Rp.14.670 - Rp.14.700 per USD (kurs tengah Bloomberg) walaupun tetap dengan penjagaan BI,” jelas Lana Soelistianingsih, Kepala Riset/Ekonom SAM dalam laporan riset yang dirilis Jumat (16/11/2018).

Lebih lanjut, riset SAM juga menyebutkan, BI naikkan suku bunga acuan 25 bps pada RDG kemarin (15/11), sehingga menjadi 6%. Kenaikan ini tampaknya mengantisipasi potensi pelemahan rupiah pasca diumumkannya neraca perdagangan yang defisit cukup signifikan mencapai US$1,8 miliar.

Sebagaimana siaran persnya, BI menaikkan suku bunga ini untuk membawa kembali defisit transaksi berjalan ke level yang aman dan stabilisasi rupiah. Kemungkinan BI masih akan naikkan suku bunga acuannya satu (1) kali lagi pada RDG 19-20 Desember mendatang.

Sementara itu, neraca perdagangan pada Oktober 2018 tercatat sebesar US$1,8 miliar karena impor tumbuh jauh diatas pertumbuhan ekspor. Defisit terutama disumbang dari kenaikan impor migas yang volumenya naik sebesar 20,37% mom dan harga migas yang naik sebesar 5,48% mom.