Laba Q3-2018 Turun, Begini Penjelasan Acset

foto: doc Acset

Pasardana.id - Pada kuartal tiga tahun 2018, PT Acset Indonusa Tbk (ACST) membukukan kenaikan atas pendapatan dari Rp1,95 triliun menjadi Rp2,73 triliun, meningkat sebesar 40,5%.

Laba bersih Perusahaan mengalami penurunan dari Rp111,28 miliar menjadi Rp91,23 miliar apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, atau menurun sebesar 18%.

“Penurunan ini sebagai dampak adanya peningkatan beban keuangan atas proyek-proyek Contractor Pre-Financing (CPF) yang saat ini masih dalam proses pengerjaan,” kata Corporate Secretary & Investor Relations Maria Cesilia Hapsari, Jumat (26/10/2018).

Dalam periode ini, Acset mendapatkan kontrak baru, yakni The Stature Mixed-use Development  yang dikerjakan oleh Perusahaan bersama dengan Woh Hup (Private), Ltd.

Maria menjelaskan, hingga kini, Acset masih terlibat dalam proses tender beberapa proyek strategis, dimana Perusahaan tetap optimis untuk memperoleh kontrak baru hingga akhir tahun.

Komposisi pendapatan pada periode ini terdiri dari infrastruktur 77%, konstruksi 13%, fondasi 6% dan sektor lainnya 4%. Sektor lainnya menggambarkan aktivitas perdagangan yang dilakukan oleh anak usaha Acset.

Maria juga mengatakan, Acset tengah aktif melakukan proses improvement internal dalam aspek people dan safety. 

“Merupakan visi utama Acset untuk mengembangkan kualitas sumber daya manusia yang unggul melalui pengembangan kompetensi yang memadai, sebagaimana selaras dengan karakteristik Grup Astra secara keseluruhan. Sementara itu, safety sebagai prinsip utama Perusahaan, juga senantiasa digalakkan secara militan di seluruh proyek berjalan maupun lingkungan Head Office Acset.,” imbuh dia.

Hal ini tercermin dalam prestasi Acset yang berhasil meraih penghargaan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) tingkat nasional dari Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia dalam malam Penganugerahan Penghargaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja bulan Agustus lalu.

“Acset selalu berusaha memberikan nilai tambah (added value) dan kualitas yang terbaik bagi seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam seluruh aktivitas Perusahaan,” tambah Maria.