Peluang Penundaan T+2 Sangat Kecil

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Pelaksanaan penyelesaian transaksi dalam dua hari atau T+2 sudah diambang waktu yakni satu bulan dari rencana pelaksanaan tanggal 26 November. Tapi operator bursa harus bekerja keras, sebab sampai saat ini persiapannya masih 80%.

Hal itu disampaikan Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Laksono W Widodo di Jakarta, Kamis (25/10/2018).

“Berdasarkan cek list apa yang harus dikerjakan dan sudah beres saat ini persiapan sudah mencapai 80%,” kata dia.

Ia menjelaskan, beberapa hal yang belum rampung dan mendesak harus segera rampung adalah pelaporan MKBD (Modal Kerja Bersih Disesuaikan) dari Anggota Bursa (AB) pada saat masa peralihan dari T+3 menjadi T+2.

“Tapi ini hanya beberapa AB saja yang belum siap,” kata dia.

Namun dia berharap, para AB tersebut harus siap dengan sistem pelaporan MKBD sebelum tanggal 26 November 2018.  Tapi jika belum siap, terbuka peluang untuk menunda pelaksanaan T+2.

“Ada peluang menunda tapi sangat kecil sekali,” ucap dia.

Sementara itu, Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi mengatakan, beberapa negara tetanga menunda pelaksanaan T+2.

“Singapura menunda dari rencana November 2018 menjadi 10 Desember 2018, Sedangkan Malaysia ditunda menjadi Juli 2019,” jelas dia.