ANALIS MARKET (22/10/2018) : Arah Pergerakan Pasar Obligasi di Dominasi Faktor Italia

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Riset harian Kiwoom Sekuritas menyebutkan, pagi ini pasar obligasi diperkirakan akan dibuka bervariasi. Namun demikian, arah obligasi hari ini masih sangat mungkin di dominasi oleh faktor Italia, khususnya peninjauan kembali peringkat utang Italia oleh S&P Global Rating pada tanggal 26 October nanti.

“Hal ini akan memberikan kepastian lebih lanjut mengenai peringkat utang Italia, yang apabila ternyata hasilnya tidak sebaik yang diharapkan, maka akan memberikan gejolak dan memberikan implikasi terhadap pasar obligasi di Emerging Market,” ungkap analis Kiwoom Sekuritas, Maximilianus Nicodemus dalam laporan riset yang dirilis Senin (22/10/2018).

Ditambahkan, lagi lagi, Indonesia akan terkena imbasnya akibat permasalahan Italia. Hal ini yang akan dinantikan oleh para pelaku pasar dan investor menyambut Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada esok hari. Pandangannya terkait permasalahan yang terjadi saat ini serta persiapan menghadapi kenaikkan tingkat suku bunga The Fed pada akhir tahun menjadi sesuatu yang sangat dinantikan.

Lebih lanjut, Nico juga mengungkapkan, memang benar, seharusnya bulan October dan November ini menjadi sesuatu yang menenangkan bagi Rupiah dan pasar Obligasi, namun gejolak yang terjadi di global membuat ketidakpastikan kembali meninggi.

Sentimen berikutnya berasal dari gejolak pasar saham dan perlambatan ekonomi China akibat perang dagang yang terus berlangsung hingga hari ini. Beberapa sentimen ini cukup memberikan tekanan kepada pasar obligasi yang dimana diperkirakan hari ini seharusnya mengalami penguatan.

“Kami merekomendasikan hold hingga buy atau sell apabila pergerakan harga obligasi melebihi dari 55 bps,” sebut Nico.

Sebelumnya, diperdagangan Obligasi akhir pekan lalu (19/10), total transaksi dan frekuensi turun dibandingkan hari sebelumnya (18/10) ditengah tengah pelemahan pasar obligasi yang terjadi.

Total transaksi didominasi oleh obligasi berdurasi < 1 tahun, diikuti dengan 3 – 5 tahun dan 1 – 3 tahun, sisanya tersebar di semua durasi hingga 20 tahun.

Menurut Nico, pasar obligasi kemarin (19/10) bereaksi melemah tatkala Moody’s Investors service menurunkan peringkat utang Pemerintah Italia menjadi Baa3 atau ke peringkat terendah bagi italia, karena anggaran Pemerintah Italia diperkirakan dapat mengurangi kekuatan fiskal dan menghambat rencana reformasi struktural. Meskipun demikian, outlook penilaiannya adalah stabil, sehingga diharapkan cukup untuk menyakinkan investor setelah adanya aksi jual yang membuat kenaikkan yield obligasi italia bertenor 10 tahun ke level tertingginya sejak 2014 yaitu 3.81%.

“Namun bukan berarti hal ini memberikan indikasi bahwa gejolak di Italia akan selesai,” tandas Nico.