Setelah IPO, Superkrane Incar Kontrak USD100 Juta

foto : istimewa

Pasardana.id - PT Superkrane Mitra Utama Tbk (SKRN) resmi tercatat di papan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pagi  ini, Kamis (11/10/2018). Dengan mengantungi dana hasil initial public offering (IPO) sebesar Rp210 miliar, perusahaan penyewaan crane tersebut, siap menangkap peluang dari maraknya pembangunan infrastruktur.

Presiden Direktur SKRN, Yafin Tandiono Tan mengungkapkan bahwa, pihaknya tengah mengincar kontrak sebesar USD100 juta hingga tahun 2020. Adapun target kontrak itu berasal dari sektor minyak dan gas (Migas), infrastruktur, dan pertambangan.

“Sampai saat ini, kami sudah mengantongi kontrak USD40 juta dari dua perusahaan Migas dan pertambangan. Nilai target itu akan bertambah sampai tiga tahun kedepan dan menjadi motor pertumbuhan pendapatan,” kata Yafin di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (11/10/2018).

Ia melanjutkan, pada tahun 2018, SKRN mengincar pendapatan sebesar Rp600 miliar atau naik 25% dari tahun 2017 yang tercatat sebesar  Rp480 miliar.

“Tahun depan kami menargetkan pendapatan naik 20% dibanding perolehan tahun 2018 menjadi Rp720 miliar,” kata dia.

Untuk mendukung target itu, jelas dia, perseroan menganggarkan belanja modal sebesar Rp600 miliar pada tahun 2017 dan 2018.

Sementara itu, Head of Corporate Finance PT UOB Kay Hian Sekuritas, John Octavianus Sitorus, selaku penjamin pelaksana emisi mengatakan,  kinerja SKRN akan tumbuh pada tahun-tahun kedepan.

“Apalagi 50% dana hasil IPO digunakan untuk membeli crane,” ujar dia.

Dengan target pendapatan tersebut, jelas dia, EV/EBITDA SKRN tahun 2018 menjadi 4,2 kali.

“Rasio ini tergolong baik karena industrinya di angka 7 kali,” ucap dia.